Toba, Sumselupdate.com – Kabupaten Toba memiliki potensi pariwisata yang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di tingkat global.
Karena itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Husein Fadlulloh menilai potensi ini dapat dioptimalkan, sehingga para pelaku ekonomi lokal untuk mengakses pasar global.
“Karena itu, membawa potensi Toba menuju pasar global berarti membuka kesempatan bagi orang-orang di baliknya. Termasuk generasi muda yang ingin membangun masa depan dari daerahnya sendiri. Selain potensi, banyak faktor pendukung yang dibutuhkan untuk akses pasar global yg lebih luas,” ujar Husein dalam agenda BKSAP Day ke Toba, Sumatera Utara, Senin (26/10/2026)
Legislastor Fraksi Gerindra itu juga menegaskan, BKSAP DPR RI dapat menjadi jembatan percepatan (katalisator) untuk membuka potensi Kabupaten Toba ke pasar global yang lebih luas.
Hal itu sesuai dengan fungsi BKSAP DPR RI yakni sebagai fungsi diplomasi luar negeri selain fungsi diplomasi, BKSAP DPR RI juga didukung dengan jejaring kerjasama secara global.
“BKSAP DPR RI Hadir sebagai katalisator kerjasama secara global dengan jejaring global. Peran kami (BKSAP DPR RI) membukakan pintu komunikasi, mempertemukan kebutuhan dengan jejaring yang relevan serta mendorong agar aspirasi daerah dapat memperoleh ruang dalam kerja sama internasional,” jelasnya.
Demi membawa potensi Toba ke kancah internasional, BKSAP DPR RI menggali aspirasi dengan Bupati Toba dan jajaran pemerintah Kab.Toba secara komprehensif sehingga dapat menggali potensi Kab.Toba secara konkrit dan tepat sasaran sehingga bisa disampaikan saat pertemuan atau forum internasional yang relevan.
Sebagai informasi tambahan, tepian Danau Toba yang kini menjadi bagian dari kaldera Toba UNESCO Global Geopark.
Selain itu, wisatawan nasional yang berkunjung ke Kab.Toba menurut data telah mencapai sekitar 714.000 pada tahun 2025, naik dari tahun sebelumnya. Lalu di Kabupaten Toba terdapat lebih dari 10.000 pelaku UMKM.
Selain segi pariwisata, Kab.Toba juga memiliki potensi dalam bidang pertanian pasalnya Kabupaten Toba menjadi penghasil biji kopi dengan 4.254,29 tons setiap tahunnya. Tidak hanya komoditas biji kopi, namun ada komoditas jagung, komoditas bawang merah dan komoditas beras.
(**)







