Biaya Rapid Test Covid-19 Ditetapkan Kemenkes Rp150 Ribu, Bagaimana Fakta di Lapangan

Senin, 13 Juli 2020
Ilustrasi.

Palembang, Sumselupdate.com – Banyak masyarakat Kota Palembang yang enggan melakukan rapid test secara mandiri salah satunya lantaran tarif yang ditetapkan cukup tinggi.

Hanya saja, belum lama ini Kementerian Kesehatan telah resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mengatur soal batas tertinggi untuk pelaksanaan rapid test secara mandiri, yakni maksimum Rp150 ribu.

Juru Bicara Gugus Tugas Bidang Kesehatan Yudhi Setiawan mengatakan, surat edaran tersebut ditujukan ke semua direktur atau kepala rumah sakit, tak terkecuali di Kota Palembang.

Semestinya dengan adanya surat edaran tersebut, diharapkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang menyediakan layanan rapid test mandiri bisa mematuhi surat edaran tersebut.

“Meski tidak ada sanksi yang mengatur di dalam surat edaran itu, tetapi semestinya semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada bisa mengikuti aturan yang telah diputuskan oleh Kemenkes,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tarif rapid test mandiri di RSUD Bari Palembang saat ini misalnya, menjadi Rp150 ribu. Hanya saja, masih ada biaya administrasi lagi sebesar Rp 50 ribu.

Yudhi mengatakan, semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan tidak boleh melebihi batas atas tertinggi yang telah ditentukan Kemenkes.

Namun, pihaknya belum bisa berkomentar lebih lanjut terkait setiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda soal tarif rapid test.

“Saya kurang tahu kalau ada kebijakan tiap RS, nanti akan saya sampaikan dulu perbedaan tarif ini ke kepala dinas kesehatan, apakah harus dibuat lagi turunan SE dari Kemenkes nantinya,” katanya.

Edaran Kemenkes ini belum diterapkan oleh rumah sakit di Palembang.

Masyarakat yang melakukan rapid test tetap membayar sesuai ketentuan fasilitas kesehatan.

Salah seorang masyarakat Palembang, Suprapto mengatakan, ia baru sudah melakukan rapid tes di salah satu rumah sakit swasta.

“Kemarin saya rapid test, bayarnya Rp240 ribu. Hasilnya langsung bisa diambil setengah jam kemudian. Kalau kita ada kepentingan perjalanan bisa langsung di bandara katanya lebih murah Rp150 ribu,” katanya. (iya)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts