Sekayu, Sumselupdate.com – Endang Mujiati (42) ibu rumah tangga warga Desa Pandan Sari Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Bermodalkan uang palsu ia nekad mendatangi Kalangan Desa Bero Jaya Kecamatan Tungkal Jaya dengan tujuan membeli sejumlah pakaian dan makanan ringan di lapak-lapak pedagang.
Namun sial baginya,setelah mengelabui beberapa pedagang aksinya mengedarkan uang palsu yang digelutinya keburu disadari pedagang dan dibantu warga ia pun berhasil ditangkap.
Warga yang sempat emosi hampir saja meluapkan kekesalannya dengan menghakiminya, untung saja anggota Polsek Tungkal Jaya yang tidak jauh dari lokasi kejadian cepat datang setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.
Setelah diamankan di kantor Polisi, sejumlah barang bukti sisa uang palsu pecahan 100 ribu sebesar Rp. 2 Juta lebih,pakaian dan uang kembalian hasil mengelabui para pedagang berhasil diamankan.
Dihadapan penyidik Polsek Tungkal Jaya, tersangka mengelak disangkakan telah mengedarkan uang palsu. Menurutnya uang itu ia peroleh dari hasil menjual Sosis dan tidak mengetahui kalau uang yang ia belanjakan tersebut palsu.
“Saya tidak tau kalau uang itu palsu, sebab uang tersebut saya dapatkan dari hasil menjual sosis yang dibayar pelanggan saya Pak,”ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melalui Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Rudin Supriyanto, Rabu (13/05/2020) menjelaskan bahwa tersangka saat dilakukan pemeriksaan selalu mengelak dan berbeli-belit dalam memberikan keterangan pada penyidik. Tujuan kita meminta keterangan tersangka dengan tujuan untuk menggali informasi tersangka lainnya dan sumber uang palsu yang dimilikinya. Walaupun tersangka tetap melakukan pembelaan, kita tetap berpedoman kesaksian enam orang pedagang yang menjadi korbannya.
“Tersangka saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik selalu memberikan keterangan berbeli-belit dan mengelak mengakui uang palsu tersebut bukan miliknya. Namun dari keterangan enam orang pedagang yang menjadi korbannya mengatakan bahwa tersangkalah yang belanja diwarungnya dengan uang palsu,” ungkap Iptu Rudin. (est)











