Banjir Di Kota Palembang Buat Wakil Rakyat Prihatin

Salah satu kawasan di kota Palembang yang terendam banjir.
Palembang, Sumselupdate.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang, Senin (12/9) malam, bukan saja membuat kawasan yang menjadi langganan banjir terendam. Namun, hingga Selasa (13/9) pagi ini masih banyak genangan air di wilayah  tersebut belum juga surut.
Hal ini membuat anggota DPRD Palembang dan DPRD Sumsel prihatin. Menurut anggota DPRD Palembang Hardi mengatakan harus dilihat dulu kenapa banjir semalam membuat Palembang lebih parah dari tahun kemarin apakah salurannya buntu, macet atau daya tampung tidak ada.
“Itu memang bisa jadi daya resap hilang. Tadinya rawa dijadikan pertokoan ruko dan pembangunan fisik, kalaupun mau membangun kita tidak menghambat tapi cari solusinya. Aku pernah tahu Tata Kota mengharuskan ketika orang membangun satu ruko harus menanam satu pohon, jalan enggak itu, dan lubang bio pori, kalau itu kita konsisten dijalankan maka bisa diminimalisir banjirnya,” kata Hardi.
Selain itu dia mengaku bingung atas kejadian ini, ”Mungkin Pak Wali punya semangat yang baik setiap minggu tahan nyebur ke sungai. Tapi kalau kondisinya seperti ini orang akan bertanya-tanya, apa gawe tiap minggu nyebur tapi masih banjir,” kata anggota Komisi II DPRD Palembang ini.
Dia sepakat agar master plan kota Palembang dievaluasi termasuk rencana tata ruang dan blue print-nya bagaimana dan hendak dibawa ke mana.
“Ini semalam sudah terbukti tidak bisa ngomong lagi, retorika-retorika lagi, JM saya yang aku yakin saat bangun amdalnya diperhatikan, UKL, UPL sudah disiapkan tenggelam, bagaimana rumah warga,” katanya.
Hal ini menurutnya bukan karena dirinya mengkritisi untuk menjatuhkan namun untuk kenyamanan warga kota Palembang.
“Tidak bisa kita berpikir sesaat tapi kedepannya bagaimana ,” katanya.
Hal senada dikemukakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumsel H Husni Thamrin mengaku kalau Pemkot Palembang sudah berkerja mengatasi banjir. Apakah kerjanya efektif atau tidak, itu harus ditelusuri.
“Cuma semalam tidak nyangka banjir sebesar itu, ini harus jadi perhatian termasuk kami dari Dapil kota Palembang,” katanya.
Dia menyarankan kalau ada Corporate Social Responsbility (CSR) perusahaan bisa digunakan untuk mengatasi banjir kota Palembang.
“Daripada membangun Tugu Belido segala macam, mending dananya untuk pengendalian banjir paling utama. Kalau tugu belido hanya monumental dan banyak  pro kontra dan saya secara pribadi – karena ini dapil saya – lebih baik dana membangun tugu belido untuk pengendalian banjir, CSR tinggal dipilih, masyarakat mana dibantu,” katanya.
Dan tidak pas menurut Husni kalau CSR perusahaan untuk membangun Tugu Belido, ”Boleh membangun semua itu kalau banjir semua teratasi, Palembang tidak ada masalah lagi,” katanya.
Banjir di Palembang, menurutnya terkait tata kelola pemerintahan  kota Palembang, ”Harus dilihat dulu kondisi kekiniannya apa yang diprioritaskan, mana yang sudah dan mana yang kurang,” katanya.
Dan dia meminta Pemkot Palembang harus waspada karena hujan masih akan turun untuk beberapa hari ke depan, “Banjir ini bukan karena pembangunan LRT , ini coba diperhatikan lagi,” katanya.
Hal senada dikemukakan Ketua Komisi V DPRD Sumsel Fahlevi Maizano menilai titik resapan air harus sudah ditentukan dan harus ada kolam retensi dan sebagainya.
“Perda rawa kita ada dan harus dijalankan secara efektif dan ada ruko itu jangan disemen depannya harus di buat depan conblock sehingga ada resapan air, air tidak tumpah ke jalan. Kalau tumpah ke jalan maka gorong-gorong harus segera dilakukan normalisasi dan tempat pembuang akhir air juga harus dipikirkan. Dengan pembangunan yang makin pesat takutnya pemerintah tidak memikirkan resapan air yang ada,” katanya.
Kawasan yang pagi ini masih tergenang sisa hujan Senin (12/9) malam tadi, juga dirasakan warga Kalidoni, Sekojo, Simpang Kades KM12, Jalan R Sukamto, di bawah flyover Simpang Polda.
Bisa ditebak, belum surutnya genangan air si beberapa kawasan tersebut, membuat kondisi lalulintas menjadi padat merayap. Apalagi, tidak sedikit pengendara kendaraan roda dua yang harus menepikan sepeda motornya, lantaran mogok.
“Sepertinya hujan semalam merata, di mana-mana terjadi banjir. Saya juga semalam harus mencari jalan alternatif untuk menghindari banjir ini. Sekarang juga malah kena lagi. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya keluar aktivitas setelah kondisi banjirnya benar-benar surut, ” ujar Rudi, warga Kalidoni, yang motornya mogok, akibat terjebak banjir. (ery)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.