Baturaja, Sumselupdate.com – Era digital yang dikenal sebagai era revolusi industri 4.0 berdampak besar pada berbagai sendi kehidupan manusia. Pesatnya perkembangan informasi, menjadikan masyarakat ‘dibanjiri’ beragam informasi, khususnya melalui media sosial.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Baturaja (Unbara) mengundang tiga pakar sebagai pembicara dalam acara seminar nasional bertema Tren Public Relations, Media dan Inovasi Pemerintahan di era industri 4.0.
Akademisi Magister Ilmu Komunikasi Unila Dr Andy Corry Wardhani MSi menyebut dalam era industri komunikasi, fenomena dicirikan dengan meleburnya batas berbagai jenis media massa konvensional, seperti surat kabar, majalah, radio, televisi dan film.
Media ini disebutnya hadir bersama dalam satu ruang yang difasilitasi teknologi internet. Namun, banyaknya informasi menimbulkan kebingungan di masyarakat. “Tidak semua informasi yang ada bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Andy.
Hal ini disampaikannya, saat seminar nasional bertema Tren Public Relations, Media dan Inovasi Pemerintahan, di Aula Universitas Baturaja, Rabu (20/3/2019) yang diselengarakan Fakultas Fisip Unbara. Komunikasi dan informasi yang baik harus disampaikan. Ini menjadi penting. Karena informasi yang disampaikan akan berdampak kepada penerima pesan.
Narasumber lain, Prof Isna Wijayani PhD mengatakan dalam dunia public relation (PR), kegiatan komunikasi menjadi begitu penting. Karena di dalamnya ada proses berbicara, menulis, dan bertemu orang lain. “PR ini juga harus punya kemampuan berbicara dan tatap muka langsung,” katanya.
Dalam era digital, sebagai era internet hadir ditengah pesatnya teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini juga berkaitan dengan berbagai produk pemasaran. Bagaimana suatu usaha dengan komunikasi yang disampaikan bisa lebih dikenal masyarakat. “Tentu perlu belajar membuat suatu produk yang menarik,” katanya.
Apakah dengan content produk yang menyentuh, sehingga orang mau mencoba produknya. Termasuk pengenalan produk melalui dunia maya. Kaitannya, sebutnya, tiap individu yang ada di dalamnya perlu motivasi diri dan punya skill lebih, menguasai ilmu dan teknologi.
Ketua Pelaksana kegiatan Yunizir Djakfar MIP mengatakan, seminar tersebut sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dies natalis Fisip Unbara. Dalam seminar tersebut, lanjutnya, menghadirkan para pakar di bidangnya, seperti Dr Andy Corry Wardhani MSI, Dr Ari Darmastuti MA, Prof Isna Wijayani PhD. (wid)











