Aset Pemdas Agro Citra Buana Belum Diserahkan, Dapat Sorotan Ormas dan OKP

Selasa, 13 September 2022
Lokasi perkebunan Pemdas Agro Citra Buana

PALI, Sumselupdate.com — Lebih kurang 401 hektar lahan sawit milik PT Pemdas Agro Citra Buana hingga hari ini belum kunjung diserahkan. Hal ini mendapat sorotan dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Bumi Serepat Serasan.

Pasalnya, sejak lebih kurang satu tahun lalu didemo oleh pemuda dan masyarakat, namun nyatanya PT Pemdas Agro Citra Buana masih dikelola oleh Perusda Muaraenim. Bahkan, perkebunan sawit yang jelas-jelas berada di tanah kabupaten PALI ini, hingga kini belum juga masuk ke PAD Kabupaten PALI.

Read More

Menanggapi hal itu, tokoh pemuda kabupaten PALI, Aburizal menduga tidak ada keseriusan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten PALI, DPRD Kabupaten PALI, maupun Pemkab Muaraenim.

Hal itu dikarenakan, satu tahun lalu dirinya dan sejumlah tokoh pemuda serta tokoh masyarakat melakukan aksi demo menuntut pengambilalihan pengolahan aset PT Pemdas Agro Citra Buana, tapi hinggi kini belum juga diserahkan.

“Kami menduga baik Pemerintah Kabupaten PALI, DPRD Kabupaten PALI maupun Pemerintah Kabupaten Muara Enim tidak serius dalam menangani permasalahan ini. Tentu, kami sangat menyayangkan hal itu,” jelasnya.

Padahal kabupaten PALI kini sudah menginjak usia 9 tahun, tapi aset yang berada di Kabupaten PALI, masih dikuasai oleh kabupaten induk.

“Tentu hal ini sama saja tidak melaksanakan amanat UU Nomor 7 tahun 2013 tentang pembentukan kabupaten PALI. Hingga kini PT Pemdas Agro Citra Buana belum ada kejelasan sama sekali. Saya berharap pemerintah lebih serius, karena lahan 401 hektar yang ada tentu bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat PALI, bukan menjadi titip-titipan pemangku kebijakan,” tegasnya.

Menyoroti hal itu, Ketua MD KAHMI Kabupaten PALI, Drs. Effendi pun angkat bicara. Ia sangat berharap aset yang nyata-nyata milik kabupaten PALI, tetapi pengelolaannya bukan PALI.

“Disini, kita siap untuk duduk bersama, mencari solusi kira-kira apa yang menjadi masalah sehingga sudah 9 tahun PALI berdiri, kok masih dikuasai kabupaten induk. KAHMI PALI berharap, agar masalah ini cepat selesai. Karena dengan diserahkannya aset 401 hektare perkebunan sawit itu bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat PALI, sesuai dengan nawa cita dibentuknya DOB PALI,” pungkasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts