Washington DC, Sumselupdate.com – Amerika Serikat menghentikan segala bentuk bantuan pendanaan untuk badan pengungsi Palestina PBB, kata Departemen Luar Negeri AS.
Mereka menyebut, penyebabnya adalah karena Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (UNRWA), mengalami “cacat tak terselamatkan”.
Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert, mengatakan, “Pemerintah AS telah mengkaji masalah ini secara seksama,” dan sampai pada keputusan untuk “tidak akan lagi memberikan bantuan dana tambahan untuk UNRWA.”
Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut langkah itu adalah “serangan” terhadap rakyat Palestina.
“Hukuman seperti itu tidak akan berhasil mengubah fakta bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki peran di kawasan dan bahwa mereka bukan lagi bagian dari solusi,” kata jubir kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeina kepada kantor berita Reuters.
Seorang juru bicara UNRWA, Chris Gunness, menolak tuduhan AS, melalui serangkaian cuitan yang diunggahnya di Twitter.
“Kami menolak sekeras-kerasnya tudingan bahwa sekolah-sekolah, pusat kesehatan, dan program bantuan darurat yang dikelola UNRWA merupakan “cacat tak terselamatkan,” tulisnya.
Sebelumnya, Januari lalu, AS mengumumkan akan menahan lebih dari setengah pendanaan untuk badan tersebut.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan penghentian lebih dari US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,8 triliun bantuan ekonomi yang sedianya dialokasikan ke Gaza dan Tepi Barat, untuk dialihkan ke tempat lain. (adm3/dtc)











