Arus Balik Lebaran, PT PELNI Tambah Kuota Tiket Non-seat

Pemudik yang menggunakan transportasi kapal laut.

Jakarta, sumselupdate.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menambah kuota penjualan tiket dispensasi atau non-seat (kasur). Penjualan tiket non-seat akan dibuka setelah tiket seat habis terjual.

“Penjualan tiket non-seat tetap mengutamakan keselamatan pelayaran. Pelayanan tiket non-seat akan mengurangi tingkat kenyamanan pelanggan, hal tersebut dilakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PELNI, Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulis, Senin (10/6/2019).

Bacaan Lainnya

Yahya memaparkan, dalam 5 bulan terakhir, jumlah penumpang PELNI meningkat signifikan dari 6.731 menjadi 10.052 orang.

Mayoritas penumpang pergi dengan tujuan Makassar, Baubau, Ambon, dan Batam/Belawan.

“Pada arus balik, mereka kemungkinan akan naik kapal lagi. Karena permintaan tinggi, PELNI menambah penjualan tiket non-seat atau tiket dispensasi. Pelanggan dengan tiket non-seat diberikan kasur gratis,” terang Yahya.

Yahya mengaku telah menginstruksikan semua kepala cabang agar memberikan sosialisasi kepada penumpang setiap kapal sandar.

Dia ingin jajarannya menjelaskan kepada penumpang bahwa risiko tiket non-seat adalah tidak mendapatkan tempat tidur permanen.

“Bila ada penumpang yang keberatan dengan kondisi di atas kapal, kami persilakan untuk membatalkan tiket keberangkatannya. PELNI akan mengembalikan harga tiket 100 persen,” tegas Yahya.

Setiap cabang PELNI juga diminta menjual tiket sesuai dengan batas dispensasi masing-masing kapal. Hal tersebut dilakukan agar tidak melebihi kapasitas kapal.

Selain itu, PELNI mengimbau penumpang agar menjaga kebersihan di dalam kapal. Adapun pihak pengelola kapal diminta agar memastikan kecukupan logistik mereka.

“Jumlah penumpang yang tinggi di antisipasi dengan persediaan bahan makanan yang cukup dengan daerah suplai, termasuk pembuangan sampah di berbagai titik yang telah ditentukan perusahaan. Koki-koki juga siaga melayani penumpang selama 24 jam,” ucap Yahya. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.