Riyadh, Sumselupdate.com – Kementerian Pendidikan Arab Saudi memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh di wilayah Riyadh hingga 22 Oktober 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pencegahan yang masih diberlakukan setelah serangan rudal di ibu kota Arab Saudi tersebut.
Dilansir Xinhua, Minggu (18/10/2026), kementerian melalui platform media sosial X menyatakan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring menggunakan platform Madrasati dan platform pendidikan resmi lainnya.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh siswa, tenaga pengajar, serta staf administrasi sekolah di Kota Riyadh dan Kegubernuran Diriyah.
Sebelumnya, sekolah-sekolah di kedua wilayah tersebut telah beralih ke pembelajaran daring selama satu pekan mulai 11 Oktober 2026.
Peralihan metode pembelajaran itu dilakukan sehari setelah serangan rudal menghantam Bandar Udara Internasional King Khalid di Riyadh.
Menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan tersebut mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 309 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi Yaman dilaporkan berulang kali menargetkan bandara tersebut.
Perpanjangan pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu langkah yang diambil pemerintah Arab Saudi di tengah situasi keamanan yang masih menjadi perhatian.
Melalui kebijakan ini, kegiatan pendidikan di Riyadh dan Diriyah diharapkan tetap berlangsung tanpa mengabaikan langkah-langkah pencegahan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
(**)







