Muarabeliti, Sumselupdate.com – Menghadapi musim kemarau Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Musi Rawas (Mura) telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap tanaman padi petani. Langkah-langkah tersebut dengan menyiapkan pompa air untuk sawah petani dan memaksimalkan pemanfaatan sumur bor.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Mura, Heryanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan, Tohirin mengatakan, mengakui untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi bulan Mei hingga puncaknya dibulan Juni yang memberikan pengaruh terhadap masa tanam padi petani pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dalam penanggulangannya.
“Memang untuk musim kemarau hampir terjadi setiap tahunnya dan berdampak terhadap padi petani. Sehingga, dengan kondisi ini kita telah menyiapkan langkah dalam antisipasi dengan pompa air. Terutama di Kecamatan Sumber Harta yang mengalami kesulitan air untuk tanaman padi masyarakat,” jelasnya, Rabu (15/6).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa sesuai ramalan BMKG untuk musim kemarau sekarang merupakan kemarau basah dalam arti masih ada hujan. Sehingga, diharapkan satu bulan ini masih hujan tidak seperti tahun lalu yang benar-benar kering. Karena memang dengan cuaca yang tidak begitu ekstrim akan berpengaruh terhadap produksi padi petani.
“Kalau untuk tahun ini musim kemaraunya tidak begitu ekstrim seperti tahun lalu. Bahkan, satu bulannya akan ada turun hujan 2-3 kali didalam setiap bulan,” terangnya.
Hanya saja, walaupun pihaknya telah berulang kali memberikan penyuluhan terkait masa tanam padi di masyarakat.
Namun, petani padi tidak mengindahkan justru melakukan penanaman di bulan Mei dan direalisasikan pada bulan Juni-Juli. Tetapi, sekarang pihaknya melihat sebagian besar musim tanam kedua sudah dilakukan para petani padi.
“Kita akan tetap antisipasi adanya penurunan produksi dimusim kemarau. Bahkan, dengan menyiapkan pompa air dan sumur bor yang ada akan kita maksimalkan dengan pemetaan di desa-desa yang terkena pengaruh besar kekeringan,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menganjurkan sebagian desa membuat jaringan irigrasi angkal menampung air dari dana desa (DD).
Mereka harus berkonsultasi dan membuat rancangan pembangunan yang ada secara teknis. Bahkan, pihaknya juga telah membuat pemetaan kecamatan yang rawan kering hampir di setiap desa. Apalagi kekeringan terjadi karena fungsional irigrasi belum optimal.
“Kita himbau Kepala Desa (Kades) jika bisa DD yang ada direaliasikan untuk pembuatan irigasi angkal penampung air. Sehingga, ketika musim kemarau berlangsung seperti ini maka dapat dimanfaatkan untuk pengaliran airnya ke sawah petani. Bahkan, kita siap membantu dalam konsep pemetaan tempatnya,” ungkapnya.(Ain)











