Palembang, Sumselupdate.com – Antisipasi maraknya kasus kecelakaan kerja konstruksi belakangan ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan upaya dan tindakan yang tepat salah, satunya melalui percepatan uji sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi.
Uji sertifikasi ini tidak hanya dilaksanakan di ibukota, namun juga di berbagai daerah. Salah satunya di Palembang. Mengingat Palembang saat ini sedang giat-giatnya membangun berbagai proyek infrastruktur untuk menyambut Pesta olahraga ASEAN Games 2018
Dirjen Bina konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, Rabu (4/4/2018) pada acara pembukaan Kick Off percepatan uji sertifikasi serentak wilayah Sumatera Selatan (tahap 1) di Palembang mengatakan bahwa kunci keberhasilan dan keselamatan proyek konstruksi terletak pada tenaga kerja konstruksinya.
“Jika tenaga kerja konstruksinya melaksanakan proyek konstruksi tertib menerapkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta tertib melaksanakan standar operasional prosedur atau (SOP) bisa dipastikan pekerjaan konstruksi juga aman dan berkualitas,” ujar Syarif.
Tidak hanya itu, hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI pada rapat kabinet paripurna di Istana Negara Januari 2018, bahwa target di tahun 2018 ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia sedangkan kualitas tenaga kerja konstruksi sebagaimana amanah undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 adalah yang bersertifikat.
Untuk menambah jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat Kementerian PUPR memiliki program percepatan sertifikasi dengan mengembangkan beberapa metode. Untuk tenaga kerja tingkat ahli menggunakan metode distance learning atau belajar jarak jauh berbasis teknologi informasi.
Sedangkan untuk tenaga terampil dapat menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan (on side project), pelatihan mandiri dan menggunakan fasilitas mobile training unit (MTU).
Disebutkannya, Dirjen Bina konstruksi juga mengingatkan bahwa dukungan stakeholder bidang jasa konstruksi sangat diperlukan terutama kerjasama dalam pelaksanaan program link and match dengan Sekolah Menengah Kejuruaan (SMK) Politeknik dan Perguruan Tinggi melalui optimalisasi pemagangan dengan BUMN Karya.
“Kita memperkuat tingkat awareness terhadap kompetensi tenaga kerja konstruksi dalam proyek-proyek di lingkungan kementerian PUPR melalui tindak lanjut surat kewajiban sertifikasi yang telah dibuat oleh Ditjen ABCP(SDA Bina Marg, Cipta Karya, Penyediaan dan Pembiayaan Perumahan,” tambah Syarif.
Sementara itu dalam waktu yang sama, juga dilaksanakan juga penandatanganan rencana aksi komitmen menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3) oleh para kepala Balai Besar, kepala satker Ditjen Bina SDA,Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya dan Ditjen penyediaan Perumahan kementerian PUPR.
Hal ini menjadi tindak lanjut fakta komitmen dari Menteri PUPR beserta para pejabat tinggi Madya di lingkungan kementerian PU PR pada acara Gerakan Nasional Keselamatan Konstruksi beberapa waktu yang lalu.
Peserta uji sertifikasi tahap 1 di Sumsel saat ini, diikuti oleh 803 orang tenaga kerja konstruksi yang bekerja pada proyek konstruksi di lingkungan unit organisasi kementerian PUPR.
Seperti Balai Satker Ditjen Sumber Daya Air 280 orang, Tenaga Konstruksi Balai satker Ditjen Bina Marga 250 orang, tenaga konstruksi Balai satker Ditjen Cipta Karya 103 orang, tenaga konstruksi satker Ditjen penyediaan Perumahan sebanyak 30 orang, serta 140 orang tenaga kerja konstruksi satker Dinas PU pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas PU pemerintah kota Palembang. (adi)











