Anggota Komisi IX DPR Sebut Kebijakan KRIS Tidak Cukup Sebatas Kesiapsiagaan Rumah Sakit

Writer: - Rabu, 22 Mei 2024
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai pelaksanaan Sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) tidak cukup sebatas kesiapsiagaan rumah sakit itu sendiri, perlu diimbangi secara holistik. Salah satu adalah persoalan pembiayaan.

“Kebijakan KRIS harus diimbangi dengan cara holistik tidak hanya sebatas kesiapsiagaan rumah sakit itu sendiri, tapi juga ada pembiayaan. Persiapan KRIS tanpa dilakukan dengan pembiayaan berarti sampai sebatas mengundur pelaksanaan KRIS itu sendiri,” ujar Handoyo  di Gedung Nusantara I, DPR RI,  Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Read More

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI Handoyo akan mendorong pemerintah bersama jajarannya seperti DJSN (dewan jaminan sosial nasional) dan Kementerian Kesehatan untuk memformulasikan kebijakannya. “Kalau BPJS Kesehatan tinggal pelaksana,” katanya.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini berharap, formulasi kebijakan mengenai KRIS dapat berfokus pula pada pembiayaan, sehingga tidak berdampak pada kemunduran pelaksanaannya di kemudian hari.

Dia pun mempertanyakan bagaimana ke depan pembiayaannya kalau tidak diputuskan segera. Terlebih, pelaksanaan KRIS akan dilakukan secara serempak di berbagai rumah sakit pada 2025.

“Saya kira kepesimisan saya ini justru positif untuk mempercepat pembahasan desain diskusi dengan teman teman dari Pemerintah itu sendiri, (khususnya) DJSN dan Kementerian Kesehatan maupun para pihak dari kaitannya dengan bagaimana untuk iuran dan pembiayaan di BPJS KRIS itu,” jelasnya.

Dikatakan, untuk persiapan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS,  dari 3000-an rumah sakit yang disurvei  Kementerian Kesehatan, sekitar 81 persen sudah mempersiapkan 12 kriteria yang menjadi syarat penyelenggaraan KRIS.

Artinya, sudah sangat positif. 81 persen sudah siap dan sekian yang baru siap 10 kriteria, ada yang di bawah 10 kriteria. Itu sudah sangat positif.

Dia menilai  tingginya respons rumah sakit yang sudah siap menunjukkan bahwa isu KRIS disambut semua pihak, khususnya rumah sakit. Saat ini terdapat rumah sakit yang sedang melakukan uji coba pelaksanaan KRIS. Dengan uji coba tersebut, dia berharap pelaksanaan KRIS serempak ke depan dapat berjalan sesuai harapan.

“Nah dari sisi uji coba itulah nanti akan kita bersama, pemerintah akan mengevaluasi kendala kendalanya. Apa hambatannya, dan apa solusinya, bagaimana agar ke depan ketika pelaksanaan KRIS serempak  berjalan sesuai dengan harapan kita,” tuturnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts