Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Herman dalam Dialektika Demokrasi di Gedung PPID DPR Jakarta, Selasa (5/8/2025) menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Herman, kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang harus dijadikan landasan membangun masa depan bangsa.
“Kita merdeka bukan karena diberi ol penjajah, tetapi melalui perjuangan panjang, dari perang lokal hingga peristiwa monumental seperti Sumpah Pemuda dan Proklamasi 17 Agustus 1945. Inilah sejarah yang harus terus kita tanamkan, khususnya kepada generasi muda,” ujar Herman.
Untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045 lanjut Herman, Indonesia diharapkan menjadi negara maju dan sejahtera secara adil dan merata, diperlukan fondasi kuat, yakni pembangunan sumber daya manusia yang beretika, bermoral, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
“Banyak negara maju tidak memiliki sumber daya alam melimpah, tapi unggul karena kualitas manusianya. Jepang dan Korea Selatan adalah contoh. Kita harus belajar dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme sejak dini,” kata Herman.
Baca juga : Empat Panja Banggar DPR RI Sampaikan Laporan Terkait Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2026
Dia mengapresiasi tema kegiatan yang sangat relevan yakni memperkuat semangat kemerdekaan dari usia dini. Ini merupakan modal dasar untuk membangun generasi unggul.
“Spirit nasionalisme tidak akan tumbuh sendiri. Negara harus hadir, mendesain bagaimana semangat kebangsaan bisa ditanamkan sejak kecil. Ini bukan hanya tugas kelompok tertentu, tapi tanggung jawab negara,” tegasnya.
Herman menyebut program seperti 4 Pilar MPR yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah instrumen penting untuk memperkuat fondasi kebangsaan.
Baca juga : BKSAP DPR RI: Tarif AS 19 Persen Langkah Strategis di Masa Sulit
Dikatakan, lembaga seperti BPIP dan program Presiden Prabowo Subianto yang sejalan dengan nilai-nilai perjuangan bangsa.
“Saya yakin Presiden Prabowo akan melanjutkan penanaman nilai-nilai patriotisme. Program makan bergizi gratis, pendirian sekolah rakyat, hingga koperasi desa adalah wujud nyata ekonomi gotong royong sesuai amanah konstitusi,” jelasnya.
Herman juga menyoroti peran penting media menjaga semangat kebangsaan. Media harus terus mengabarkan hal-hal positif yang memperkuat jati diri bangsa.
“Media adalah kunci untuk memperluas dan mempertajam kesadaran kita terhadap nilai-nilai kebangsaan. Semakin sering dibicarakan, semakin tertanam dalam ingatan kolektif bangsa,” tuturnya.
Sekjen Partai Demokrat ini mengajak seluruh elemen bangsa tidak melupakan sejarah dan terus menjaga keutuhan NKRI.
“NKRI harga mati. Tidak boleh sejengkal tanah pun lepas. Ini adalah warisan para pahlawan dan leluhur kita yang harus kita jaga bersama,” tegasnya. (duk)











