Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama menyatakan prihatin atas peristiwa tabrakan Kereta Api Agro Bromo Anggrek dengan KRL Commuter, Senin, (27/04/2026), sekitar pukul 20:50 WIB., di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Pertama, kita sangat prihatin atas kejadian tersebut, dan ikut berduka cita yang sedalam-dalam terhadap semua korban tabrakan Kereta Api Agro Bromo Anggrek dengan KRL Commuter,” kata Lia Istifhama, lewat rilisnya, Selasa (28/4/2026).
Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan seluruh pemangku kepentingan fokus memberikan perhatian penuh terhadap penanganan para korban, khususnya yang masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit Kota Bekasi.
“Dalam situasi emergency, tidak boleh ada hambatan, termasuk faktor administrasi. Penanganan medis harus menjadi prioritas utama, termasuk kemudahan pembiayaan melalui asuransi,” tutur Lia Istifhama.
Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama itu mendesak Kementerian Perhubungan atau Kemenhub dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab kecelakaan.
Dia mengingatkan beberapa hal penting yang harus didalami, di antaranya pemicu terjadinya kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.
Baca juga : Lantik Pemuda Parlemen Indonesia, DPD RI Dorong Pemuda Berkontribusi Kepada Daerah
Ditegaskan, perlu ada evaluasi terhadap sistem mitigasi kecelakaan, khususnya di stasiun-stasiun padat yang dilintasi kereta komuter dan kereta api jarak jauh.
“Pertanyaannya, bagaimana sistem monitoring maupun petugas di lapangan bisa gagal mendeteksi atau mengantisipasi laju Kereta Api Argo Bromo Anggrek hingga menabrak rangkaian belakang KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur,” katanya.
Dikatakan, semua kemungkinan penyebab tabrakan harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Ning Lia berharap, insiden di Bekasi Timur harus menjadi yang terakhir, dan dia meminta Pemerintah dan PT. KAI untuk melakukan evaluasi dan monitoring berkala untuk memastikan bahwa seluruh sistem Kereta yang ada layak dan aman digunakan.
Baca juga : Komite III DPD RI Soroti Kesenjangan Pusat-Daerah dan Nasib Infrastruktur Pasca PON
Untuk diketahui, hingga Selasa 28 April 2026, pukul 10.15 WIB, korban meninggal sudah 14 orang dan luka-luka sebanyak 84 orang. (duk)











