Sekayu, Sumselupdate.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.307.38 yang berlokasi di kecamatan Bayung Lencir kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sering dikeluhkan pelanggan. Hal ini karena SPBU tersebut sering kehabisan stok BBM. Meski tidak jauh dari SPBU tersebut ada pedagang BBM eceran namun pengendara lebih memilih mengisi di SPBU, hal itu mengingat harga di tingkat eceran lumayan tinggi, apalagi membeli dalam jumlah yang cukup banyak tentu akan merogoh kocek lebih dalam.
Karnadi (42) salah satu sopir yang berencana akan mengisi bahan bakar bensin di SPBU 24.307.38 mengeluhkan kelangkaan BBM di stasiun tersebut. Dirinya sangat menyayangkan, meski BBM di SPBU sering kosong namun BBM ditingkat pengecer malah tersedia bahkan pedagang BBM eceran kian menjamur dan jarang kekurangan stok.
“Saat kami hendak mengisi BBM di SPBU 24.307.38 Bayung lencir beberapa waktu lalu, ternyata stok BBM disana kosong.dengan tulisan “Maaf Premium Dalam Pengiriman” Padahal di papan merk SPBU tersebut tertulis buka 24 jam,” ujar Karnadi, Kepada Sumselupdate, kemarin.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika kehabisan bahan bakar, seharusnya kita masih bisa meminta ke Pihak SPBU agar dilayani meski sudah terpampang tulisan stok BBM habis. Karena menurutnya, SPBU tidak menguras habis stok yang berada di tangki pendam. SPBU menyimpan stok khusus emergency sekitar 500 liter hingga 1.000 liter, itupun dilihat dari seberapa tinggi pipa penghisapan yang terpasang pada tangki pendam.
SPBU harus melayani stok emergency kepada ambulance, kendaraan-kendaraan dinas pemerintah setempat, aparat negara, bahkan jika ada masyarakat yang ingin melayat keluarga ataupun isteri kerabat yang akan bersalin, pengendara dapat menanyakan stok emergency pada pihak SPBU.
“Terkadang saya bingung dengan stok BBM di SPBU, masak kalah dengan stok BBM di pengecer,” sindirnya.
Senada dikatakan Masji, salah satu warga kecamatan Bayung Lencir, seringnya SPBU tersebut kehabisan BBM membuat masyarakat curiga. Sejumlah masyarakat mencurigai jika BBM yang tersedia dibeli oleh pelansir.
“Saya jadi curiga mengapa SPBU sering kosong, jangan-jangan minyaknya dilansir oleh oknum-oknum tertentu” katanya.
Selain itu Masji juga mengatakan, kendati Kuota SPBU di kecamatan Bayung Lencir dikurangi oleh pihak pertamina, tetapi hal tersebut kemudian tidak membuat SPBU kosong secepat itu. “Masa SPBU cuma beroperasi dari pagi hingga sore hari saja. Setelah itu SPBU sudah kosong, kan masyarakat jadi curiga,” paparnya.
Herman berharap, agar persolan SPBU sering kosong ini segera di selidiki, dan cari tau masalahnya agar menemukan solusinya, selain itu dirinya juga meminta kepada pihak yang berwenang untuk melakukan tes alat ukur dan pemindah yang terpasang di SPBU tersebut. Mengacu pada aturan, sejumlah alat ukur dan alat pemindah BBM yang ada di SPBU meliputi tangki timbun BBM, mesin pompa, dan pencatatan administrasi distribusi BBM.
Karena menurutnya, Pertamina atau lembaga yang berwenang wajib mengecek kelayakan alat distribusi, baik di SPBU maupun di depot pemasaran agar pelayanan SPBU yang sudah diatur sesuai dengan undang undang tidak merugikan masyarakat konsumen. (est)











