Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Lubuklinggau menganggarkan dana untuk pembelian 50 unit motor pengangkut sampah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 nanti. Pengadaan kendaraan operasional tersebut diharapkan mampu memimalisir penumpukan sampah di tengah masyarakat.
“Volume sampah semakin meningkat setiap harinya, itu juga bisa menjadi salah satu pertanda kota maju. Jadi dibutuhkan penambahan kendaraan operasional pengangkut sampah,” ujar Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe usai menerima secara resmi bantuan mobil tinja dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Selasa (13/12/2016).
Dari 72 kelurahan yang ada di wilayah Kota Lubuklinggau, tidak semuanya bakal mendapatkan alokasi motor sampah, terutama kelurahan yang terletak dipinggiran kota.
“Setiap kelurahan ada yang diberikan satu, dua atau tiga motor sampah. Tapi ada juga beberapa kelurahan yang belum mendapat bantuan motor sampah,” katanya.
Prana berharap, pemerintah pusat kembali memberikan bantuan kendaraan operasional pengangkut sampah untuk memenuhi kekurangan kendaraan yang ada saat ini. “Setidaknya dibutuhkan 4 dump truck lagi, semoga diberikan bantuan lagi oleh pemerintah pusat. Jika tidak, harus kita anggarkan melalui dana APBD,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Kgs Effendi Ferry mengungkapkan, satu unit mobil tinja tersebut berkisar Rp350 juta, dengan daya tampung sekitar dua ton.
“Alhamdulillah DKP sudah mendapatkan 4 unit mobil operasional dari pemerintah pusat. Semoga nanti kita menerima bantuan lagi,” harapnya.
Bantuan mobil sedot tinja tersebut diberikan ke DKP dikarenakan selama ini faktor silaturahmi yang baik. Kemudian, faktor lainnya yakni pihak Kementerian PU-PR kemungkinan selalu memantau perkembangan permasalahan di Lubuklinggau khususnya DKP. Itu dipantau mereka lewat media sosial (Medsos).
“Jadi permasalahan di Linggau seperti soal sampah, dipantau mereka setelah saya pasang postingannya di Facebook. Jadi mungkin diihat atau terpantau. Ini juga ada pengaruh posiitfnya,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan mobil sedot tinja saat ini memang sangat dibutuhkan di Lubuklinggau dengan jumlah penduduk lumayan banyak. Sedangkan dengan jumlah penduduk yang ada, maka sangat tidak memungkinkan jika mobil sedot tinja di Lubuklinggau hanya satu unit tadinya.
“Tidak mungkin kalau mobil tinja satu. Dengan adanya bantuan lagi, otomatis jumlah mobil tinja ada dua. Namun satu unit kondisinya rusak,” bebernya.
Ferry mengungkapkan, sejauh ini fungsi mobil sedot tinja digunakan untuk masyarakat. “Siapa yang mau sedot, sesuai dengan Perda Rp250 ribu. Ini nanti (mobil) aku serahkan ke BLH (Badan Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (and)











