Muarabeliti, Sumselupdate.com – Akses jalan menuju enam desa Hutan Tanam Industri (HTI), Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musirawas (Mura) rusak parah sejak beberapa bulan terakhir.
Kerusakan jalan sepanjang puluhan kilometer ini membuat warga di enam desa HTI terisolir.
“Sudah beberapa bulan kami ini terisolir karena kerusakan jalan. Jadi untuk keluar masuk desa kami terhambat,” ujar Kepala Desa Harapan Makmur (SP9 HTI), Rozi, Minggu (4/12/2016).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, kerusakan jalan tersebut terbilang sangat parah. Bahkan, masyarakat yang melintas keluar masuk desa harus jatuh bangun karena jalan yang licin. Bahkan, banyak kendaraan warga terjebak dan harus menginap di jalan.
“Hampir tiap hari ada kendaraan terbalik ketika melintas di jalan tersebut. Karena, sepanjang akses jalan HTI masih tanah merah,” keluhnya.
Menurutnya, tidak ada alternatif jalan lain selain melintasi di jalan yang rusak itu. Kalau pun ada, kondisi nya lebih parah, apalagi saat turun hujan, yakni dari Kecamatan BTS Ulu.
“Motor terpaksa dititipkan di rumah warga lain. Kemudian, minta jemput dengan kerabat atau pun ojek dan kalau hujan turun butuh waktu satu jam untuk bisa sampai di rumah dari perbatasan jalan rusak tersebut,” imbuhnya.
Terlepas dari itu dirinya berharap, proses keenam desa HTI segera keluar dari kawasan hutan. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Mura dapat melakukan pembangunan infrastruktur terutama akses jalan.
Hal senada disampaikan, warga Desa Bumi Makmur (SP6 HTI) yang berprofesi sebagai petani karet sekaligus pembeli karet, Rudi (35). Sebab, tiap hari ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut getah karet dari petani.
“Kalau mau jual keluar desa harus menyewa mobil derek tentunya bayar lagi. Jadi dua kali bayar,” ucap Rudi.
Selain itu, lima bulan yang lalu akses jalan masih bisa dilalui menggunakan mobil double gardan. Tapi kalau sekarang sudah parah, kalau pun dipaksakan, khawatir mobil terjebak dalam lumpur jalan. (ain)











