Palembang, Sumselupdate.com – Terlibat aksi pengeroyokan terhadap sopir angkot jurusan Ampera-KErtapati, dua pemuda yakni Ade Saputra (20) da M Nur Iman (22) ditangkap Satuan Sabhara Polresta Palembang, Sabtu (19/11/2016) malam.
Sedangkan tiga pelaku lain, yakni DL, IV dan WW yang juga terlibat aksi pengeroyokan bersama kedua warga Jalan KH Azhari, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang ini masih dalam pengejaran petugas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perbuatan kedua pelaku bermula saat korban Zainal Abidin (47) warga Jalan Abi Kusno, Kecamatan Kertapati Palembang berada di dalam angkot yang dikemudikan saksi Abrani Sulaiman (51) warga Bukit Kecil, Kecamatan IB I Palembang.
Kemudian, saat tiba di pangkal Jembatan Ampera, Kecamatan SU I Palembang, angkot yang dikemudikan Abrani dihadang kelima pelaku dan membuat saksi menghentikan laju kendaraannya. Lalu, saat tersangka Nur dan Ade hendak masuk ke dalam angkot, dihalangi korban Zainal.
Kesal karena dihalangi, kelima pelaku memukuli Zainal secara bergantian dan melihat rekannya dianiaya, Abrani langsung memacu kendaraannya dan saat itu juga para pelaku terus mengejar kendaraan korban.
Sialnya, aksi pelaku dilihat petugas Satuan Sabhara Polresta Palembang yang sedang mengatur arus lalu lintas. Sehingga, keduanya langsung diamankan, sementara tiga pelaku lain berhasil melarikan diri.
Sementara itu, Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara membenarkan penangkapan tersebut. Saat itu Unit Patroli Sabhara Polresta Palembang sedang melakukan patroli rutin melihat sekumpulan orang sedang melakukan pengeroyokan terhadap sopir angkot.
“Kita menduga para pelaku ini yang biasa melakukan tindak pidana di atas jembatan Ampera, jadi siapa yang pernah menjadi korban silakan melapor,” tandasnya.
Sementara itu, tersangka Ade mengakui aksi penggeroyokan terhadap korban karena pengaruh minuman keras (miras). “Saya hanya ikut-ikutan saja karena kawan ribut,” katanya. (tra)











