Jakarta, sumselupdate.com – Hari Air Sedunia 2016 mengusung tema “Water and Jobs”. Bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tema tersebut dimaknai sebagai upaya untuk menggugah kesadaran betapa banyak pekerja yang bergantung pada air.
“Menurut UN Water, setengah jumlah pekerja di dunia bekerja di sektor yang berhubungan degan air, tak terkecuali di Indonesia,” demikian sebut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melalui akun resmi @Kementerian PUPR, Selasa (22/3).
Petani di Indonesia, sebut Basuki, juga banyak yang bergantung pada air. “35 juta petani Indonesia bergantung pada ketersediaan air untuk menunjang mata pencahariannya”, ujarnya.
Seperti dimaklumi, saat ini jumlah air di dunia tetap, sementara jumlah penduduk terus bertambah. “Menurut perhitungan WHO setiap orang memerlukan setidaknya 30 liter air per hari untuk beraktivitas”, jelas Basuki. Untuk itu, Kementerian PUPR mengajak semua pihak untuk bijak dalam penggunaan air.
Basuki menambahkan, salah satu komitmen Kementerian PUPR dalam mengelola sumber daya air adalah dengan membangun waduk atau bendungan.
“Periode 2015-2019 pemerintah menargetkan membangun 49 bendungan baru. Pada tahun 2016 ditargetkan dibangun 8 bendungan baru dengan total volume 470,55 juta m³ dan biaya konstruksi senilai Rp 8,602 triliun”, paparnya.
Adapun kedelapan bendungan baru pada 2016 itu adalah bendungan Sukoharjo (Pringsewu, Lampung), Ladongi (Kolaka Timur, Sultra), Kuwilkawangkoan (Minahasa Utara, Sulut), dan Rukoh (Pidie, Aceh). Selanjutnya bendungan Ciawi (Bogor, Jabar), Sukamahi (Bogor, Jabar), Leuwikeris (Ciamis, Jabar), dan Cipanas (Sumedang, Jabar). (shn)











