Husen Sulap Pipa Bekas Jadi Kerajinan Tangan

Minggu, 30 Oktober 2016
Husen menunjukkan beberapa kralon hasil buatannya.

PALI, Sumselupdate.com – Ketika melihat kerajinan tangan satu ini, kita tidak akan mengira kalau bahan dasar pembuatannya adalah pipa paralon bekas.

Namun, di tangan Husen (42) warga Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI ini, barang bekas sisa bangunan disulap menjadi kerajinan unik dan bernilai ekonomi.

Read More

Bentuk dan corak pun bisa disesuaikan dengan keinginan para konsumen. Ada yang berupa wadah tisu dengan tulisan grub band Slank, air terjun tiga tingkat dan ada pula wadah lampu dinding serta kapal layar.

Ketika dijumpai dikediamannya, Husen mengaku mendapat ide membuat kerajinan paralon (Kralon) tersebut dari hobinya di dunia seni dan tuntutan ekonomi ketika kontrak kerja salah satu perusahaan sub kontrak PT Pertamina EP Asset 2 berakhir.

“Selepas habis kontrak, saya mencoba menuangkan hobi di dunia seni serta memanfaatkan paralon bekas yang ada. Paralon tersebut didapat dari sisa pembangunan rumah atau ruko. Kemudian saya kreasikan menjadi kralon dengan motif dan bentuk sesuai pesanan konsumen,” beber Husen.

Sempat tiga kali mengalami gagal dalam percobaan, namun tidak membuat bapak dua anak ini putus asa. “Awalnya tidak jadi, ada yang kelamaan dibakar, sampai ada yang terlalu tipis untuk digunakan, hingga akhirnya pecah. Tapi, lama kelamaan saya sudah bisa menemukan cara yang tepat,” tambahnya.

Peralon yang digunakan pun bervariasi, yakni 3/4 inc hingga 4 inc. BErmula pipa dipotong sesuai kebutuhan atau pesanan. Selanjutnya dibakar dan dibentuk pola yang diinginkan.

“Baru kemudian direndam dengan air, agar pipa tidak kembali ke wujud asal. Setelah itu, barulah kita hias dengan pernis atau cat warga sesuai keinginan,” terang Husen seraya menunjukkan proses kepada sejumlah media.

Untuk pemasaran, Husen menuturkan baru di seputaran PALI dan Prabumulih. Dengan harga mulai dari Rp100.000, hingga Rp1.000.000, tergantung bentuk dan jenis pesanan dari konsumen.

Kendati demikian, saat ini Husen mengaku terbentur dengan modal usaha. Karena diakuinya selama ini dirinya membuat Kralon jika ada yang memesan. Atau sedang ada pameran di Kabupaten PALI.

Untuk itu, dirinya berharap bantuan serta perhatian pemerintah dalam mensupport usahanya. Karena, Husen optimis kralon bisa menjadi daya tarik dan ciri khas dari Bumi Serepat Serasan.

“Saat ini saya dibantu anak saya satu dan satu pemuda di Gang Masjid. Kalau lagi ada order banyak, saya bisa minta bantuan hingga empat orang. Tentunya, usaha ini akan membantu pemuda di PALI yang tidak bekerja dan bisa mengurangi angka pengangguran,” tuturnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts