Palembang, Sumselupdate.com – Aksi penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) terjadi di kawasan Jalan Pertahanan Ujung, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dalam peristiwa yang terjadi di dua lokasi, yakni Lorong Perjuangan 3 dan Lorong Perjuangan 5 tersebut, sejumlah warga menjadi korban serangan senjata tajam. Di antara korban terdapat Ketua RT dan Ketua RW setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelompok penyerang diduga berjumlah lebih dari 10 orang dan datang menggunakan beberapa sepeda motor.
Tiga korban yang telah teridentifikasi yakni Alhadi selaku Ketua RT, Hafis selaku Ketua RW, serta Odon. Ketiganya mengalami luka akibat senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Hafis dilaporkan mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan dan menjalani perawatan di RS Hermina Jakabaring. Sementara Alhadi mengalami luka tusuk di bagian perut, belakang kepala, dan pinggang.
Adapun Odon mengalami luka bacok pada bagian kaki hingga nyaris putus serta luka di tangan.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana membenarkan adanya peristiwa penyerangan tersebut.
Ia mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan sedang meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap peristiwa tersebut.
“Olah TKP sudah kami lakukan, kini saksi sedang kami periksa,” kata Musa.
Korban Lain Sempat Merekam Kondisi Usai Diserang
Sebelumnya, beredar video seorang korban bernama Ari yang diduga direkam sesaat setelah mengalami penyerangan. Dalam rekaman tersebut, Ari terlihat berlumuran darah di bagian wajah dan menyebut dirinya terkena serangan kapak.
“Izin tante, Ari kena kapak. Keluarga di situ dak tahu, Tante. Ari langsung dibawa Arman,” ucap korban dalam video.
Berdasarkan informasi dari narasumber, Ari sempat mendapatkan pertolongan medis di RS Muhammadiyah Palembang. Dokumentasi yang diterima redaksi memperlihatkan korban mengalami luka di bagian wajah, punggung, perut, serta jari tangan.
Korban disebut-sebut akan dirujuk ke RS Hermina untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, penyerangan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan sengketa lahan di kawasan Jalan Pertahanan. Namun, dugaan motif tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak kepolisian.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pemeriksaan saksi untuk mengungkap kronologi lengkap, identitas para pelaku, serta motif penyerangan.
(**)







