Baturaja, Sumselupdate.com – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengungkapkan, jika Investor asal Korea Selatan (Korsel) tertarik mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) konvensional menjadi PJU pintar di Kabupaten OKU.
“Ada perusahaan dari Korsel kerjasama dengan kontraktor lokal (Indonesia-red) menawarkan kerja sama itu. Nah mereka menawarkan penggantian seluruh lampu PJU yang belum LED. Saat ini mereka masih mengkaji rencana penggantian lampu PJU tersebut,” ujar Kabid Program Dinas PUBM, Chandra Dewana, Rabu (19/10/2016).
Chandra mengatakan, investor tersebut menawarkan penggantian lampu model konvensional menjadi LED berpelengkap sistem pengaturan cahaya otomatis, serta meteran listrik. Yang tentu saja, beda bohlam, beda watt, dan yang pasti lebih hemat.
Pria yang punya hobi off road tersebut menilai, penggantian PJU model konvensional ke PJU pintar mendesak untuk direalisasikan. Apalagi, penggantian PJU tersebut diklaim mampu menghemat anggaran pajak penerangan jalan umum (PPJU).
Selama ini, menurut Chandra, beban PPJU untuk membayar seluruh PJU se-OKU menelan anggaran Rp700 jutaan perbulan atau Rp8 miliar per tahun. Jika diganti dengan lampu LED, bisa menghemat Rp200 jutaan perbulan. Artinya hanya membayar listrik PJU Rp500 jutaan perbulan.
“Seluruh biaya proyek ini, mereka semua yang tanggung, termasuk pemeliharaan selama 5 tahun. Nah, dari selisih bayar tadi, kita bisa cicil inves. Dengan artian jika tagihan Rp500 jutaan perbulan, mereka dapat Rp400 juta, kita dapat Rp100 juta perbulan untuk penghematan. Artinya setelah lima tahun, kita bisa hemat Rp500 juta,” urai Chandra.
Lalu ada berapa banyak lampu jalan yang akan diganti dalam proyek ini? Untuk jumlahnya Chandra mengaku belum tahu. Namun yang pasti seluruh PJU di daerah ini akan diganti. Apalagi dalam proyek ini OKU tidak mengeluarkan apa -apa.
“Sekarang mereka sedang mengkaji. Mereka juga akan melakukan survei dengan melihat faktor untung rugi nya. Kalau tidak, ya tidak jadi. Namun besar kemungkinan bisa jalan, kalau DPRD dan Pemda setuju. Sebab ini penghematan luar biasa,” tandasnya. (yan)











