ISPU Palembang Tembus 717, Masuk Kategori Berbahaya, Asap Karhutla dari 63 Titik

Writer: - Rabu, 7 Oktober 2026
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (7/10/2026). Meski titik karhutla di dalam kota telah dipadamkan, kualitas udara Palembang masih berada pada kategori Berbahaya dengan ISPU mencapai 717. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk pada Rabu (7/10/2026). Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Palembang Bukit Kecil bahkan mencapai 717 dan masuk kategori Berbahaya.

Kondisi tersebut terjadi meski tiga titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di dalam wilayah Kota Palembang telah berhasil dipadamkan. Pemerintah Kota Palembang menyebut asap pekat yang menyelimuti kota diduga berasal dari karhutla di luar wilayah Palembang.

Read More

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang, Kemas Haikal, mengatakan dari 66 kejadian karhutla yang terpantau di Sumatera Selatan, hanya tiga titik berada di wilayah Palembang.

Sementara 63 kejadian lainnya berada di luar Kota Palembang.

“Jadi bukan dari kebakaran lahan di dalam Kota Palembang,” kata Kemas Haikal, Rabu (7/10/2026) sore.

Menurut Haikal, petugas telah melakukan pemadaman sejak Selasa (6/10/2026) sore. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan titik api di wilayah Palembang tidak meluas.

“Petugas kami terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar, sejak kemarin sore,” ujarnya.

Berdasarkan data pemadaman per Rabu (7/10/2026), tiga lokasi karhutla di Palembang yakni:

  1. Perumahan Orison View, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Kebakaran ditangani pukul 09.22 hingga 10.35 WIB oleh Unit 05 Pos AAL dan Unit 01 Pos Kemuning.
  2. Perumahan Putramas Residence 2, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Pemadaman berlangsung pukul 13.22 hingga 14.12 WIB oleh Unit 05 Pos Alang-Alang Lebar.
  3. Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati. Pemadaman dilakukan pukul 13.34 hingga 16.35 WIB oleh Unit 20 dan P2 Pos Gandus serta Unit 23 Pos Kertapati.

Meski ketiga titik tersebut telah dipadamkan, kualitas udara Palembang tetap berada pada level berbahaya.

Data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dari Stasiun Palembang Bukit Kecil pada Rabu (7/10/2026) pukul 17.00 WIB mencatat ISPU mencapai 717.

Angka tersebut masuk kategori Berbahaya. Pada kategori ini, kualitas udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius terhadap seluruh populasi sehingga diperlukan penanganan dan kewaspadaan lebih lanjut.

Karhutla Sumsel Masih Tinggi

Sementara itu, kejadian karhutla di Sumatera Selatan dalam sepekan terakhir masih menunjukkan angka yang cukup tinggi dan fluktuatif.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Selatan, tercatat 70 kejadian karhutla pada 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi 76 kejadian pada 1 Oktober.

Selanjutnya, tercatat 70 kejadian pada 2 Oktober, 68 kejadian pada 3 Oktober, 58 kejadian pada 4 Oktober, dan turun menjadi 53 kejadian pada 5 Oktober.

Namun, jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 66 kejadian pada 6 Oktober 2026.

Secara akumulatif, jumlah kejadian karhutla di Sumatera Selatan sejak Januari hingga 6 Oktober 2026 telah mencapai 4.602 kejadian.

Tingginya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan turut menjadi perhatian karena asap dari wilayah sekitar berpotensi terbawa angin dan memengaruhi kualitas udara di Palembang.

Dengan ISPU yang kembali menembus angka 717, masyarakat Palembang diimbau meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts