Kabut Asap Palembang Makin Tebal, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya Selasa Dini Hari

Writer: - Selasa, 29 September 2026
Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan Kota Palembang, Selasa (29/9/2026) dini hari. Kualitas udara di beberapa titik berdasarkan pantauan IQAir tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Kabut asap terpantau semakin tebal sejak Senin malam hingga Selasa pagi dan mulai dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan, termasuk keluhan sulit tidur dan sesak napas.

Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, sejumlah wilayah di Palembang tercatat mengalami kualitas udara dengan tingkat polusi tinggi.

Read More

Wilayah Demang dan GP Plm terpantau berada pada kategori berbahaya dengan indeks masing-masing sekitar 310 dan 320.

Sementara itu, Musi 2 Palembang berada pada angka sekitar 167 yang masuk kategori tidak sehat. Adapun wilayah Sukarami tercatat sekitar 300 atau berada pada kategori sangat tidak sehat berdasarkan indikator yang ditampilkan aplikasi tersebut.

Memasuki sekitar pukul 04.00 WIB, kondisi kembali menunjukkan peningkatan konsentrasi polusi di sejumlah titik. Pantauan IQAir mencatat Sukarami sekitar 390, Musi 2 Palembang sekitar 528, dan Universitas Sriwijaya sekitar 398. Wilayah Demang juga tercatat sekitar 445.

Angka tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara yang perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Kabut asap yang cukup tebal juga terpantau di sejumlah kawasan Palembang. Sebagian warga mengeluhkan kondisi udara yang kurang nyaman dan mencium bau asap dari dalam rumah.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian terkait kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. Pemerintah Kota Palembang dan pihak sekolah diharapkan mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Jika kualitas udara berdasarkan indikator resmi pemerintah menunjukkan kategori tidak sehat hingga berbahaya, sekolah dapat mempertimbangkan langkah pembelajaran yang lebih aman bagi peserta didik sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku.

Keputusan mengenai pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh perlu mempertimbangkan data kualitas udara, kondisi kesehatan siswa dan guru, serta rekomendasi instansi terkait, sehingga keselamatan warga sekolah tetap menjadi pertimbangan utama.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan kabut asap yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan.

Kondisi kualitas udara Palembang yang kembali memburuk pada Selasa dini hari menjadi perhatian karena kabut asap masih terlihat tebal di sejumlah kawasan.

Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan kualitas udara dan menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat, termasuk memberikan imbauan yang jelas apabila kondisi udara membahayakan kesehatan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts