Baturaja, Sumselupdate.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah meminta seluruh pihak memastikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak berdampak pada perubahan desil masyarakat penerima bantuan sosial.
Pesan tersebut disampaikan Teddy saat melakukan peletakan batu pertama perbaikan tiga unit RTLH di RT 002 RW 004, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Selasa (22/9/2026).
Perbaikan tiga rumah tersebut dilakukan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Real Estat Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Cabang Kabupaten OKU.
Teddy mengapresiasi dukungan REI dan APERSI yang turut membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
“Terima kasih kepada REI dan APERSI. Perbaikan RTLH melalui CSR ini adalah wujud perhatian kita semua kepada masyarakat. Di balik kegiatan bisnis REI dan APERSI, ada perhatian sosial untuk masyarakat,” ujar Teddy.
Menurutnya, rumah memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga. Hunian tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, tetapi juga menjadi tempat keluarga berkumpul, menjalankan ibadah, mendukung pendidikan, serta menjaga kesehatan.
“Kalau rumahnya tidak layak huni, bagaimana keluarga ini bisa membangun hal-hal tersebut. Pemkab OKU juga telah menganggarkan dana untuk program RTLH. Ke depan kita akan bergerak bersama-sama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy secara khusus meminta jajaran pemerintah kecamatan dan pihak terkait memantau status sosial ekonomi penerima bantuan setelah rumah mereka diperbaiki.
Ia mengingatkan agar perbaikan RTLH tidak secara otomatis menyebabkan perubahan desil penerima bantuan sosial yang dapat berpengaruh terhadap akses terhadap program bantuan pemerintah.
“Tolong Pak Camat dan seluruhnya ini dipantau, jangan sampai setelah rumah ini diperbaiki desilnya malah berubah. Nanti mereka tidak dapat bantuan lagi, seperti PKH dan lainnya,” tegasnya.
Teddy berharap program perbaikan RTLH dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi pengembang, serta berbagai pihak lainnya.
Dengan kolaborasi tersebut, semakin banyak masyarakat di Kabupaten OKU diharapkan dapat memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) OKU Muzaim Aliansyah mengatakan, hingga saat ini sudah terdapat sembilan unit RTLH yang diperbaiki melalui dukungan CSR.
Rinciannya, dua unit berasal dari CSR REI, satu unit dari CSR APERSI, satu unit dari BPR, serta lima unit dari Bank Sumsel Babel.
“Total ada sembilan unit. Jumlah ini meningkat dua unit dari tahun 2025 lalu yang sebanyak tujuh unit,” jelas Muzaim.
Selain melakukan peletakan batu pertama, dalam kegiatan tersebut Bupati OKU bersama jajaran Forkopimda juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan alat bantu jalan kepada penerima bantuan RTLH serta masyarakat sekitar.
Ketua REI OKU Ketut Sumarta Yasa mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari CSR REI dan APERSI untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak.
Menurutnya, khusus REI, program bantuan RTLH tersebut telah memasuki tahun kedua. Pada 2025, REI menyalurkan bantuan untuk satu unit rumah, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi dua unit.
“Khususnya bagi REI ini adalah tahun kedua kita menyalurkan CSR untuk perbaikan RTLH. Tahun 2025 kemarin satu unit, tahun ini ada peningkatan menjadi dua unit,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela SIK MIK, Asisten II Setda OKU Hasan HD, Kepala Dinas Perikanan Juarsyah, Kepala DLH OKU Brigmand, Kepala Dinsos OKU Iwarman, Camat Baturaja Timur Donie Heridadi, Kapolsek Baturaja Timur AKP Toni Zainudin, Direktur Utama BPR Baturaja Nilawati, Kepala Dinkes OKU Dedy Wijaya, Kepala Bapelitbangda OKU Yoyi Arifianto, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
(**)







