SP3N-SBS Soroti Wacana Integrasi PDSI ke Elnusa, Minta Kedaulatan Energi Nasional Tetap Dijaga

Writer: - Minggu, 13 September 2026
Ketua Umum SP3N-SBS Dody Syafatra Surya menyampaikan sikap serikat pekerja terkait wacana integrasi PDSI ke dalam Elnusa. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga Sumbagsel (SP3N-SBS) menyatakan sikap kritis terhadap wacana integrasi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) ke dalam PT Elnusa Tbk.

Serikat pekerja menilai setiap langkah restrukturisasi atau optimalisasi bisnis di lingkungan Pertamina perlu mempertimbangkan kepentingan strategis sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), termasuk keberlanjutan kompetensi serta penguasaan negara terhadap aset dan bisnis strategis.

Read More

Ketua Umum SP3N-SBS, Dody Syafatra Surya, mengatakan pihaknya pada prinsipnya tidak menolak strategi optimalisasi maupun efisiensi perusahaan.

Namun, menurut dia, langkah tersebut harus tetap memastikan sektor strategis hulu migas tidak kehilangan kapabilitas dan kendali yang selama ini telah dibangun.

“Kami sama sekali tidak anti terhadap efisiensi korporasi. Kendati demikian, kami menolak keras apabila dalih restrukturisasi ini justru menjadi jalan pintas yang mereduksi kedaulatan negara atas bisnis drilling,” tegas Dody dalam pernyataan resmi SP3N-SBS di Palembang.

SP3N-SBS juga menyoroti posisi PDSI yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam mendukung kegiatan pengeboran serta eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia.

Menurut serikat pekerja, nilai strategis PDSI tidak hanya dapat dilihat dari kepemilikan aset fisik, tetapi juga dari sumber daya manusia dan pengalaman operasional yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Sejumlah kompetensi yang menjadi perhatian antara lain kemampuan teknis dan rekayasa, pengalaman operasional di lapangan, penerapan budaya keselamatan kerja atau safety culture, serta pengetahuan mengenai karakteristik formasi geologi di berbagai wilayah Indonesia.

“Infrastruktur fisik seperti rig atau alat berat mungkin bisa dibeli kapan saja jika ada modal. Namun, keahlian operasional puluhan tahun, pemahaman karakter formasi bumi Nusantara, dan kultur safety adalah fondasi yang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat,” demikian pernyataan SP3N-SBS.

Serikat pekerja mengingatkan agar proses restrukturisasi tidak mengakibatkan berkurangnya kemampuan nasional dalam menjalankan kegiatan pengeboran migas.

SP3N-SBS berpandangan, kompetensi dan pengalaman yang telah dimiliki pekerja serta perusahaan di sektor drilling merupakan bagian penting dari kapasitas nasional dalam mendukung ketahanan energi.

“Tujuan SP3N-SBS menyuarakan ini sangat jelas. Kami tidak sekadar membela eksistensi sebuah nama perusahaan, melainkan memagari kompetensi esensial bangsa ini agar tetap berdaulat,” ujar Dody.

Ia menambahkan, pihaknya berharap setiap keputusan korporasi terkait PDSI dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang industri hulu migas nasional.

SP3N-SBS menegaskan dukungannya terhadap upaya efisiensi dan penguatan bisnis Pertamina, dengan catatan langkah tersebut tetap menjaga kompetensi, keselamatan kerja, keberlanjutan operasional, serta kepentingan strategis negara di sektor energi.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts