Langka! Netanyahu Kecam Kekerasan Pemukim Israel di Tepi Barat, Sebut Aksinya Kriminal

Writer: - Senin, 31 Agustus 2026
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melambaikan tangan setelah menyampaikan pidato dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) ke-80 di Markas Besar PBB di New York City pada 26 September 2025. (Xinhua/Li Rui)

Yerusalem, Sumselupdate.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan kecaman yang tergolong langka terhadap aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Netanyahu secara terbuka menyebut serangan pemukim di desa Qusra dan Jalud sebagai tindakan “kriminal” serta mendesak aparat Israel menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Read More

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada Sabtu (29/8), setelah sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka dalam serangkaian serangan pemukim Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.

“Saya mengecam keras tindakan kekerasan kriminal yang dilakukan di desa Qusra dan Jalud,” kata Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Xinhua.

Netanyahu bahkan menyebut para pelaku sebagai “segelintir perusuh yang melanggar hukum”.

Dia meminta pihak berwenang Israel mengambil tindakan dan menangkap orang-orang yang terlibat dalam serangan tersebut.

Netanyahu Sebut Serangan Pemukim Rusak Posisi Israel

Dalam pernyataannya, Netanyahu tidak hanya menyoroti dampak kekerasan tersebut terhadap warga Palestina.

Dia juga memperingatkan bahwa aksi para pemukim Israel dapat merugikan kepentingan negaranya sendiri.

Menurut Netanyahu, serangan tersebut “merusak posisi internasional Israel” sekaligus mengganggu operasi militer Israel di Tepi Barat.

Sikap tersebut menjadi sorotan karena kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat telah berulang kali mendapat perhatian internasional.

Kecaman langsung dari perdana menteri Israel terhadap aksi pemukim menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap pemerintah Israel untuk menangani kekerasan yang terjadi di wilayah pendudukan tersebut.

Puluhan Pemukim Serang Warga Palestina

Kecaman Netanyahu disampaikan setelah puluhan pemukim Israel dilaporkan menyerbu desa Qusra.

Menurut laporan, para pemukim mengenakan penutup wajah saat melakukan serangan terhadap warga Palestina. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat aksi tersebut.

Serangan juga terjadi di Jalud, desa yang berada tidak jauh dari Qusra.

Aktivis Bashar al-Qaryouti mengatakan para pemukim menyerang sebuah keluarga Palestina dan sejumlah jurnalis asing yang berada di lokasi.

Kendaraan milik korban juga dilaporkan dirusak. Selain itu, sejumlah anggota kru media disebut mengalami kekerasan fisik dalam insiden tersebut.

Serangan di Qusra dan Jalud menjadi bagian dari rangkaian kekerasan pemukim yang terus terjadi di Tepi Barat.

OCHA Catat Lebih dari 1.330 Serangan

Tepi Barat merupakan wilayah yang diduduki Israel sejak 1967. Berdasarkan sumber Palestina dan Israel, lebih dari 500.000 pemukim Israel tinggal di wilayah tersebut bersama sekitar 3,4 juta warga Palestina.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan yang dilakukan pemukim dan mengakibatkan korban di pihak Palestina atau kerusakan properti sejak awal 2026 hingga akhir Juli.

Dengan angka tersebut, rata-rata lebih dari enam insiden serangan pemukim terjadi setiap hari di Tepi Barat.

Data tersebut menunjukkan kekerasan pemukim masih menjadi persoalan serius di tengah konflik Israel-Palestina.

Sementara itu, Komisi Nasional untuk Menolak Tembok dan Permukiman yang berada di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mencatat jumlah serangan yang lebih tinggi khusus pada Juli 2026.

Lembaga tersebut menyebut pasukan dan pemukim Israel melakukan 2.256 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat sepanjang Juli.

Berbagai serangan tersebut menambah ketegangan di Tepi Barat sekaligus meningkatkan sorotan terhadap kebijakan dan tindakan Israel di wilayah yang didudukinya.

Kecaman Langka di Tengah Sorotan Internasional

Pernyataan Netanyahu menjadi perhatian karena disampaikan secara terbuka dan secara langsung menyebut kekerasan pemukim sebagai tindakan kriminal.

Netanyahu juga mengaitkan aksi tersebut dengan kepentingan Israel di tingkat internasional serta operasi militer di Tepi Barat.

Di tengah meningkatnya laporan mengenai kekerasan terhadap warga Palestina dan kerusakan properti, sikap tersebut menunjukkan adanya tekanan terhadap pemerintah Israel untuk mengambil tindakan terhadap pemukim yang terlibat dalam aksi kekerasan.

Namun, efektivitas langkah hukum terhadap para pelaku akan menjadi perhatian berikutnya, terutama di tengah terus munculnya laporan mengenai serangan pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts