Jakarta, Sumselupdate.com – Suasana di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat mulai dipenuhi tumpukan logistik kiriman masyarakat pada Selasa (25/8/2026).
Berbagai bantuan tersebut ditujukan bagi warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) untuk persiapan aksi unjuk rasa lusa nanti.
Tumpukan boks makanan dan minuman kemasan terlihat berjejer rapi di trotoar area kompleks parlemen sejak pagi hari.
Seorang simpatisan menyebutkan bahwa bantuan datang secara spontan dari masyarakat yang melintas.
“Nggak tahu, dari tadi ada aja yang berhenti, terus ngasih. Tadi malah ada satu yang langsung kasih tujuh boks,” ujarnya dikutif dari Suara.com.
Ia menduga, pemberian bantuan yang melimpah ini merupakan bentuk kepedulian nyata masyarakat terhadap perjuangan warga Pati.
Baca juga: Bupati PALI Asgianto Diperiksa KPK, Aktivis Antikorupsi Desak Kepastian Status Hukum
Mereka yang memberikan sumbangan juga diyakini memiliki keresahan serupa terhadap para koruptor di Indonesia, yang memang jadi isu utama aksi unjuk rasa.
“Iya, mungkin yang sama-sama kesel juga sama koruptor,” ucap lelaki paruh baya yang mengaku ikut datang untuk mendukung aksi tersebut.
“Iya, mungkin yang sama-sama kesel juga sama koruptor,” ucap lelaki paruh baya yang mengaku ikut datang untuk mendukung aksi tersebut.
Massa aksi dari Jawa Tengah yang dipimpin oleh Teguh Istianto dan Supriyono ini menurut informasi terakhir menginap di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.
Baca juga: Lomba Rakyat HUT ke-25 Partai Demokrat Meriah, Cik Ujang Borong Dagangan UMKM Palembang
Belum ada informasi lebih lanjut apakah mereka akan berkumpul lagi di depan Gedung DPR RI hari ini.
Hingga berita ini ditulis, massa yang berkumpul di area komplek parlemen masih didominasi pengemudi ojek online, simpatisan hingga warga yang ingin menyaksikan langsung suasana di lokasi.
Selain warga Pati, kelompok masyarakat dan aktivis dari jaringan solidaritas se-Jabodetabek dikabarkan akan ikut bergabung dalam barisan aksi.
Aksi besar tersebut membawa dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan
Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Mereka yang sejak kemarin ikut berkumpul di depan Gedung DPR RI pun sependapat dengan massa dari Pati, bahwa oknum-oknum pejabat yang merugikan negara harus dijatuhi hukuman setimpal atas kerakusannya.
“Dua tuntutan itu aja, udah cukup. Udah pada kebangetan soalnya,” pungkas sang simpatisan yang enggan disebutkan namanya. (**)











