ISPU Palembang Tembus 233, Pemkot Bagikan 16.500 Masker dan Evaluasi Sekolah

Writer: - Senin, 24 Agustus 2026
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membagikan masker kepada pengendara di Simpang Charitas, Senin (24/8/2026), sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat karhutla. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membagikan 16.500 masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dilakukan menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Palembang. Berdasarkan data per 23 Agustus 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang mencapai 233 dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Read More

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena masyarakat berpotensi terpapar asap dan partikel debu akibat karhutla.

“ISPU Palembang cukup tinggi, bahkan terkategori sangat tidak sehat. Per 23 Agustus, kondisi ISPU kita 233,” kata Ratu Dewa usai membagikan masker kepada pengendara di Simpang Charitas, Senin (24/8/2026).

Menurut Ratu Dewa, masker yang dibagikan merupakan masker empat lapis yang direkomendasikan Dinas Kesehatan. Masker tersebut dinilai dapat membantu menyaring partikel dan debu yang terbawa asap.

Pembagian masker dipusatkan di tiga lokasi, yakni Simpang Charitas, Simpang Lima DPRD Sumsel, dan Simpang Polda. Selain dibagikan langsung kepada masyarakat, masker juga didistribusikan melalui kecamatan hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Pemkot Palembang memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara, seperti ibu hamil, balita, anak-anak dan pegawai yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Termasuk untuk pegawai yang rentan, ibu hamil, balita dan anak-anak. Ini sebagai antisipasi kita karena dalam kondisi karhutla ini Palembang mendapat kiriman asap dari kabupaten tetangga di Sumsel,” ujarnya.

Kegiatan Sekolah di Luar Ruangan Dihentikan

Di tengah kondisi udara yang masuk kategori sangat tidak sehat, Pemkot Palembang juga mengambil langkah antisipasi di lingkungan sekolah.

Edaran telah disampaikan kepada sekolah agar tidak melaksanakan kegiatan di luar ruangan, termasuk apel pagi dan senam pagi.

Sementara itu, keputusan mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa, apakah dilakukan secara daring atau tetap tatap muka, masih menunggu hasil rapat Pemkot Palembang bersama pihak terkait.

“Untuk siswa sekolah akan kita putuskan setelah rapat hari ini, baik itu proses belajar mengajar secara online atau offline akan diputuskan setelah ini,” kata Ratu Dewa.

Selain kegiatan sekolah, Pemkot Palembang juga akan mengevaluasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk.

Ratu Dewa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat serta menggunakan masker ketika beraktivitas, khususnya saat berada di luar ruangan.

“Kepada masyarakat, upayakan pola hidup sehat dan menggunakan masker,” katanya.

Pemkot Palembang mengimbau masyarakat terus mengikuti perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.

Caption foto: Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Forkopimda membagikan masker kepada pengendara di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla di Palembang, Senin (24/8/2026).

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts