Pagaralam, Sumselupdate.com – Polres Pagaralam bersama Pemerintah Kota Pagaralam dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar gerakan tanam bawang putih secara serentak di lahan seluas 21 hektare, Rabu (19/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 3 ton bibit bawang putih disiapkan untuk ditanam. Gerakan ini merupakan tindak lanjut operasional Kapolda Sumatera Selatan sekaligus mendukung kebijakan Kapolri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan dipimpin Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah, S.T., jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian, serta para petani.
Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro mengatakan, program ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dinas terkait, hingga masyarakat.
“Polres Pagaralam sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Pagaralam, Forkopimda, Dinas Pertanian dan seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung program ketahanan pangan ini. Ini merupakan bentuk sinergi dan kerja nyata untuk mendukung kebijakan pemerintah dan ketahanan pangan nasional,” ujar Adam.
Menurut Adam, Pagaralam memiliki potensi pertanian yang besar dengan kondisi tanah yang mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian.
Potensi tersebut, kata dia, perlu dikembangkan secara berkelanjutan sehingga tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Kita berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja. Potensi lahan dan kesuburan tanah di Pagaralam harus terus dikembangkan sehingga bisa menghasilkan komoditas yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pengembangan bawang putih tersebut juga diarahkan untuk mendukung cita-cita menjadikan Pagaralam sebagai salah satu sentra hilirisasi bawang putih.
Salah satu aspek yang dinilai penting untuk mencapai target tersebut adalah ketersediaan bibit unggul. Karena itu, Polres Pagaralam bersama pemerintah daerah dan Dinas Pertanian mendorong penelitian serta pengembangan bibit bawang putih yang berkualitas dan sesuai dengan karakteristik wilayah Pagaralam.
Jika dilakukan secara konsisten, pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat meningkatkan posisi Pagaralam tidak hanya sebagai daerah penghasil bawang putih, tetapi juga memiliki peran dalam penyediaan bibit dan pengembangan komoditas tersebut.
Dalam kegiatan ini, petani menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dinas terkait, dan petani diharapkan mampu memastikan program ketahanan pangan berjalan secara produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Adam menegaskan, ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, kepolisian akan terus mendukung berbagai program pertanian yang dapat memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Dari Pagaralam, kita tanam bibit. Harapannya, dari bibit yang kita tanam hari ini dapat tumbuh kemandirian pangan, meningkatkan produktivitas petani dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya.
Gerakan tanam bawang putih tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Polres Pagaralam dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan.
Dengan luas lahan mencapai 21 hektare dan dukungan sekitar 3 ton bibit bawang putih, program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat produksi pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta mengembangkan potensi Pagaralam sebagai daerah penghasil bawang putih.
(**)











