Udara Palembang Tak Sehat, PM2.5 Melonjak hingga 180 Mikrometer

Writer: - Jumat, 14 Agustus 2026
BMKG stasiun Musi 2 Palembang mencatat, Partikulat Matter atau PM2.5 sempat mencapai 180 mikrometer dan berada di level sangat tidak sehat. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Musi 2 Palembang mencatat, Partikulat Matter atau PM2.5 sempat mencapai 180 mikrometer dan berada di level sangat tidak sehat pada pukul 01.00WIB, Jumat (14/8/2026). Nilai ini jauh melampaui ambang batas 0-15 mikrometer.

Pukul 02.00WIB, PM 2.5 menurun  menjadi 98.5 mikrometer dan berada di level tidak sehat. Lalu di pukul 03.00-05.00WIB menurun kembali dan berada di level sedang.

Read More

Namun, memasuki pukul 06.00WB, PM 2.5 kembali naik di level tidak sehat karena mencapai 61 mikrometer. Hingga pukul 08.00WIB, kualitas udara di Palembang tetap berada di level tidak sehat karena angka PM 2.5 masih menembus 57.8 mikrometer.

Sementara, di stasiun Talang Betutu Palembang, PM 2.5 pada pukul 01.00WIB berada di angka 36.5 atau level sedang. Pukul 02.00WIB PM 2.5 melonjak ke angka 113 atau di level tidak sehat. Memasuki pukul 04.00WIB hingga pukul 07.00WIB kualitas udara terus menurun ke level sedang. Namun, pukul 08.00WIB kembali melonjak ke angka 61.2 mikrometer atau di level tidak sehat.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis, mengatakan, perbedaan dua grafik angka PM 2.5 itu dikarenakan oleh arah angin yang membawa kabut asap karhutla. Wilayah Musi 2 merupakan kawasan paling dekat dengan lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI) sehingga kualitas udara menjadi tidak sehat.

Baca juga: Puncak El Nino Mengintai Sumsel, BMKG Sebut Kekeringan, Krisis Air, dan Karhutla Berpotensi Meluas

“Ini tergantung arah angin untuk sebarannya. Kalau dilihat dari arah angin, sepertinya memang begitu (berdekatan dengan lokasi karhutla),”kata Wandayantolis, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).

Di bulan Agustus, puncak musim kemarau melanda Sumatera Selatan akan terus berlangsung hingga September. BMKG memperkirakan kondisi kabut asap akan terus berlanjut, hingga September.

“Ini kan baru masuk puncak kemarau ya dan mungkin masih akan berlanjut sampai September,” ujarnya.

Baca juga: Bogor Diguncang Gempa Magnitudo 3,4, BMKG: Pusat Gempa 19 Km Barat Daya Kota Bogor

BMKG pun mengimbau kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker karena sebaran asap telah memasuki kota Palembang.

“Baiknya mulai mengurangi aktivitas di luar ruang,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru akan mempertimbangkan untuk meliburkan sekolah bila kondisi udara kian buruk akibat kabut asap.

“Kalau ISPU-nya sudah tidak bisa ditoleransi, tentu kita ambil kebijakan,” kata Herman Deru, Jumat (14/8/2026).

Menurut Deru, kondisi udara di sejumlah wilayah Sumsel mulai mengalami penurunan seiring meningkatnya aktivitas karhutla. Pemerintah kini terus memperkuat penanganan kebakaran untuk mencegah asap semakin meluas ke kawasan permukiman.

Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Terlebih, paparan asap dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak.

“Kita tidak mau anak-anak atau kita semua ini terpapar akibat ISPU yang tidak sehat. Tapi selama ini masih di ambang batas yang bisa ditoleransi,” tutupnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts