Herman Deru Turun Langsung Atasi Antrean Biosolar di Sumsel, SPBU Diminta Beroperasi 24 Jam

Writer: - Rabu, 15 Juli 2026
Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau langsung antrean kendaraan di SPBU penyalur Biosolar di Palembang. Dari hasil sidak tersebut, Pemprov Sumsel menginstruksikan optimalisasi operasional SPBU selama 24 jam, penambahan pasokan, dan pengaturan arus kendaraan untuk mengurai antrean. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bergerak cepat merespons antrean panjang kendaraan pengisi Biosolar dengan meninjau langsung enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir, Selasa (14/7/2026).

Dari hasil peninjauan tersebut, Herman Deru langsung menginstruksikan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pelayanan distribusi BBM bersubsidi. Langkah itu meliputi optimalisasi operasional SPBU selama 24 jam, penambahan pasokan Biosolar, pengaturan arus kendaraan menuju SPBU, hingga evaluasi sistem pelayanan pengisian BBM.

Read More

Enam SPBU yang menjadi lokasi peninjauan yakni SPBU Jalan H.M. Noerdin Pandji, SPBU Bandara, SPBU Sukajadi di Banyuasin, SPBU Soekarno-Hatta, SPBU Kolonel H. Burlian Km 7, dan SPBU Pegayut di Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru didampingi jajaran PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), aparat kepolisian, serta organisasi perangkat daerah terkait.

“Hari ini kita turun langsung ke lapangan bersama Pertamina, BPH Migas, aparat kepolisian, dan instansi terkait. Saya ingin melihat fakta di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil,” kata Herman Deru.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan BPH Migas, pasokan Biosolar telah ditambah sehingga antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab antrean yang masih terjadi di beberapa titik.

Pemerintah mengevaluasi seluruh rantai pelayanan, mulai dari kecepatan pengisian BBM, sistem pembayaran, kesiapan operasional SPBU, hingga pola distribusi kendaraan yang mengantre.

Hasil evaluasi menunjukkan satu kendaraan yang mengisi Biosolar senilai sekitar Rp900 ribu membutuhkan waktu rata-rata 8,5 menit. Untuk mempercepat pelayanan, Herman Deru mengusulkan penggunaan selang nozzle yang lebih panjang agar kendaraan dapat mengisi BBM dari sisi kanan maupun kiri tanpa harus memutar posisi.

“Kami mengusulkan agar selang nozzle dibuat lebih panjang sehingga dapat menjangkau kendaraan dari kedua sisi. Dengan begitu proses pelayanan menjadi lebih fleksibel dan antrean dapat berkurang,” ujarnya.

Herman Deru mengungkapkan, titik kepadatan antrean paling krusial berada di jalur keluar masuk Kota Palembang, terutama di kawasan Citra Grand City (CGC), Pegayut, dan Kramasan.

Sementara itu, antrean di kawasan Sekojo dan Lemabang dipicu tingginya aktivitas kendaraan logistik menuju Pelabuhan Boom Baru. Padahal, kedua SPBU tersebut telah beroperasi selama 24 jam.

“Masalahnya, SPBU di pusat kota memiliki kapasitas lahan yang terbatas, sementara kendaraan yang datang didominasi kendaraan besar. Karena itu, distribusi kendaraan harus diatur agar antrean tidak terpusat di satu lokasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan unsur kepolisian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyepakati sejumlah langkah percepatan.

Salah satu langkah utama ialah mengoptimalkan seluruh SPBU penyalur Biosolar agar beroperasi selama 24 jam. SPBU yang sebelumnya menghentikan pelayanan pada malam hari diminta tetap melayani masyarakat sepanjang waktu.

Pertamina juga menyatakan siap menjamin ketersediaan stok Biosolar, termasuk melakukan penambahan pasokan apabila diperlukan.

Selain itu, Herman Deru meminta Polrestabes Palembang menyusun Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) sebagai dasar pengaturan operasional sekitar 10 SPBU penyalur Biosolar di Kota Palembang. Kajian tersebut diharapkan mampu mengatur jam operasional SPBU tanpa mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pada jam sibuk saat anak-anak berangkat sekolah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama jajaran kepolisian juga akan mengatur distribusi kendaraan menuju sekitar 10 SPBU penyalur Biosolar agar antrean tidak lagi menumpuk di satu lokasi.

“Nanti akan dioptimalkan agar sebagian SPBU penyalur Biosolar dapat beroperasi selama 24 jam tanpa mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada jam berangkat sekolah,” katanya.

Tak hanya itu, Herman Deru juga menginstruksikan PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Biosolar ke 164 SPBU yang tersebar di Sumatera Selatan, terutama di jalur logistik antarkabupaten, antarprovinsi, dan antarpulau.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar kendaraan angkutan barang tidak lagi terpusat melakukan pengisian di Kota Palembang.

Saat melakukan peninjauan, Herman Deru juga menemukan banyak kendaraan dari luar Sumatera Selatan, seperti Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan sejumlah daerah lainnya yang mengisi Biosolar di SPBU wilayah Sumsel.

“Artinya kebutuhan kendaraan dari luar Sumsel juga harus diperhitungkan dalam distribusi pasokan BBM. Kami sudah berkoordinasi dengan BPH Migas agar penyaluran di sektor hilir dapat ditambah sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia meminta Pertamina menghitung ulang kebutuhan kuota Biosolar agar distribusi tetap stabil seiring meningkatnya mobilitas kendaraan logistik lintas daerah.

Herman Deru juga menyoroti meningkatnya penggunaan Biosolar oleh kendaraan yang sebenarnya direkomendasikan menggunakan BBM nonsubsidi, seperti Dexlite maupun Pertamina Dex. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Sementara itu, kepada masyarakat, Herman Deru mengimbau agar tidak melakukan panic buying karena stok BBM di Sumatera Selatan dipastikan dalam kondisi aman.

“Kami minta masyarakat bijak menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraannya. Jika kendaraan Anda tidak direkomendasikan menggunakan Biosolar, mohon gunakan BBM sesuai peruntukannya. Mari bersama-sama menjaga agar subsidi tepat sasaran,” tegasnya.

Mengakhiri peninjauan, Herman Deru mengapresiasi sinergi PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan seluruh pihak terkait dalam mencari solusi atas antrean panjang Biosolar.

Ia memastikan seluruh langkah yang telah disepakati akan segera diimplementasikan, mulai dari operasional SPBU selama 24 jam, pengaturan arus kendaraan, hingga penambahan pasokan Biosolar, sehingga distribusi BBM bersubsidi di Sumatera Selatan semakin lancar dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts