BSI Region III Palembang Perkuat Digitalisasi, Bisnis Emas dan Tabungan Haji Tumbuh Signifikan

Writer: - Senin, 29 Juni 2026
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region III Palembang terus memperkuat transformasi digital sebagai strategi mendorong pertumbuhan bisnis. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region III Palembang terus memperkuat transformasi digital sebagai strategi mendorong pertumbuhan bisnis. Langkah tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kinerja, khususnya pada produk emas dan tabungan haji.

Region CEO BSI Region III Palembang, Ari Yusnairy Muslim, mengatakan transformasi sistem Information and Technology (IT) telah rampung dilakukan di Kantor Pusat dan diterapkan di seluruh jaringan BSI, termasuk Regional III Palembang. Transformasi ini menjadi fondasi percepatan bisnis sekaligus penguatan layanan digital kepada nasabah.

Read More

Menurut Ari, transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung akselerasi digitalisasi industri keuangan nasional dan perkembangan bisnis perseroan. Proses itu juga mendapat dukungan strategis dari Danantara Indonesia.

“Kami siap mengimplementasikan bisnis digital dan akan menerapkannya di seluruh ekosistem bisnis di wilayah Region III Palembang dalam rangka menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif,” ujar Ari saat Gathering Media BSI Palembang, Senin (29/6/2026).

Transformasi IT yang selesai pada pertengahan Mei 2026 itu melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi. Proyek tersebut menjadi salah satu transformasi teknologi terbesar yang pernah dijalankan BSI, mulai dari migrasi data, peningkatan sistem core banking dari R10 ke R24, konversi sistem hingga validasi yang dilakukan secara terkendali di bawah pengawasan regulator dan pemantauan langsung Danantara.

Baca juga : Empat Terdakwa Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dituntut Penjara dan Denda Rp10 Juta

Seiring transformasi digital tersebut, BSI akan mengoptimalkan layanan digital untuk mendukung pengembangan bisnis emas dan haji. Hal ini sejalan dengan posisi BSI yang kini memiliki dual licence sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bullion bank).

Kinerja kedua produk tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Tabungan emas mencatat pertumbuhan sebesar 406,5 persen secara tahunan (year on year/YoY) dengan peningkatan jumlah rekening atau Number of Accounts (NOA) mencapai 937 persen. Sementara itu, tabungan haji dan NOA tabungan haji juga tumbuh sekitar 18-19 persen (YoY).

BSI resmi menjadi bank bullion pada 26 Februari 2026, setelah sebelumnya berstatus sebagai bank persero sejak 23 Januari 2026. Sejak saat itu, perseroan terus melakukan transformasi bisnis guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

Baca juga : Fakta Terbaru Sidang Korupsi KUR BSI, Branch Manager Bongkar Peran Avalis dan Pelanggaran SOP Pembiayaan

Secara nasional, hingga April 2026 BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun, meningkat 17,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset mencapai Rp452 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun, serta pembiayaan mencapai Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

Di wilayah operasional Region III Palembang yang mencakup enam provinsi melalui lima area kerja, yakni Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Lampung, BSI didukung oleh 16 Kantor Cabang, 85 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan dua Kantor Fungsional Operation (KFO).

Ari menambahkan, hingga posisi Maret 2026, kinerja BSI Region III Palembang juga melampaui pertumbuhan industri perbankan di wilayah tersebut. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen (YoY), sementara pembiayaan meningkat 26 persen (YoY), yang menunjukkan fungsi intermediasi BSI berjalan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts