Pagaralam, Sumselupdate.com – Di balik setiap kecelakaan lalu lintas, tersimpan duka mendalam yang harus ditanggung keluarga korban.
Kesadaran itu mendorong Satlantas Polres Pagaralam tidak hanya fokus pada penanganan hukum dan penyelidikan, tetapi juga hadir memberikan dukungan moril kepada keluarga yang kehilangan orang tercinta.
Bentuk kepedulian tersebut ditunjukkan melalui kunjungan langsung personel Satlantas Polres Pagaralam ke rumah keluarga almarhum Dempo Arki Mardera (20), korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Pagaralam-Lahat, wilayah Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah.
Kehadiran polisi di tengah suasana duka menjadi simbol empati dan kepedulian kepada keluarga korban yang masih berusaha menerima kenyataan pahit akibat tragedi tersebut.
Kapolres Pagaralam AKBP Januar Kencana Setia Persada SIK melalui Kasat Lantas AKP Windya SH didampingi Kanit Laka AIPTU Syaihu SE mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Dempo Arki Mardera. Kehadiran kami ke rumah keluarga korban merupakan bentuk kepedulian dan empati Polres Pagaralam. Kami ingin keluarga mengetahui bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar AKP Windya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 00.08 WIB di Jalan Simpang Air Dingin-Pagaralam, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah.
Kecelakaan melibatkan sebuah truk Colt Diesel BG 8342 TC yang dikemudikan Yulius Siswanto (39), warga Kabupaten Lahat, dan sepeda motor Yamaha Aerox BG 5275 WJ yang dikendarai korban.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, truk tersebut sedang berhenti di bahu jalan untuk mengantre pengisian bahan bakar solar di SPBU Karang Dalo. Dari arah yang sama, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dan menabrak bagian belakang kendaraan tersebut.
Benturan keras menyebabkan Dempo Arki Mardera mengalami luka berat di bagian kepala. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Selain merenggut korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp8 juta.
AKP Windya mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat berkendara pada malam hingga dini hari ketika kondisi fisik dan konsentrasi pengendara cenderung menurun.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, menjaga konsentrasi saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan baik. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi,” tegasnya.
Kunjungan Satlantas Polres Pagaralam kepada keluarga korban menjadi bukti bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada penanganan perkara semata. Di balik seragam dan kewenangan penegakan hukum, terdapat kepedulian kemanusiaan yang hadir untuk memberikan penguatan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kehilangan akibat tragedi di jalan raya.
(**)











