Kuala Lumpur, Sumselupdate.com – Malaysia mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2027.
Fenomena iklim global tersebut diprediksi memicu cuaca kering berkepanjangan, penurunan curah hujan secara signifikan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan gambut di berbagai wilayah.
Peringatan itu disampaikan Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) yang memperkirakan dampak El Nino akan mulai terasa dalam beberapa bulan ke depan dan berpotensi memengaruhi sektor pertanian, sumber daya air, kesehatan masyarakat, hingga lingkungan hidup.
Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Malaysia, Mohd Hisham Mohd Anip, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut.
“Berbagai langkah sedang dilakukan untuk menghadapi situasi ini, termasuk memperkuat penyebaran informasi cuaca dan sistem peringatan dini kepada pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (14/6/2026).
Selain itu, pemerintah Malaysia juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca dan langkah-langkah penanggulangan kebakaran sebagai antisipasi terhadap meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan gambut akibat suhu panas yang ekstrem.
Menurutnya, kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya berisiko memperburuk kualitas udara dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kabut asap, terutama di kawasan yang memiliki banyak lahan gambut.
El Nino merupakan fenomena iklim alami yang terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Perubahan suhu tersebut dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Fenomena ini biasanya menyebabkan berkurangnya curah hujan di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Indonesia. Dampaknya dapat berupa kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, penurunan produksi pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, beberapa wilayah dunia justru dapat mengalami curah hujan yang lebih tinggi, banjir, dan cuaca ekstrem akibat perubahan pola atmosfer yang dipicu El Nino.
Para ahli iklim menilai dampak El Nino kali ini perlu diwaspadai karena berpotensi terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Oleh sebab itu, pemerintah dan masyarakat diminta mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan pencegahan kebakaran.
Bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, fenomena El Nino sering kali berdampak langsung terhadap sektor pertanian. Berkurangnya intensitas hujan dapat memengaruhi masa tanam dan produktivitas tanaman pangan, sehingga berpotensi mengganggu ketahanan pangan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Pemerintah Malaysia berharap melalui penguatan sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor, dampak El Nino dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi kondisi cuaca yang lebih ekstrem dari biasanya.
(**)











