Sensus Ekonomi 2026 dan Euforia Piala Dunia Jadi Strategi Ganda Pemerintah Dongkrak Ekonomi Daerah

Writer: - Senin, 15 Juni 2026
Sensus Ekonomi 2026 dan Euforia Piala Dunia Jadi Strategi Ganda Pemerintah Dongkrak Ekonomi Daerah (Sumselupdate.com/ Ist)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 muncul sebagai instrumen strategis untuk membaca kondisi riil masyarakat. Menariknya, pemerintah juga melihat momentum Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar ajang olahraga global, melainkan peluang ekonomi yang dapat menghidupkan pelaku UMKM hingga ke daerah-daerah, termasuk Kota Pagaralam.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pagaralam, Cholmin Heriyadi, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta penandatanganan Surat Edaran Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara daring.

Read More

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Besemah Tige (III), Kantor Wali Kota Pagaralam, Senin pagi (15/06/2026), dan terhubung langsung dengan pemerintah pusat.

Rakor dipimpin Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, didampingi Direktur Utama TVRI, Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, serta Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional RI. Kegiatan ini juga diikuti gubernur, bupati/wali kota, hingga jajaran BPS daerah seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.

“Presiden menugaskan BPS untuk melaksanakan sensus ekonomi guna memperoleh data yang menggambarkan kondisi terkini perekonomian masyarakat secara komprehensif. Data ini akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran,” ujar Tito Karnavian dalam rakor tersebut.

Ia menambahkan, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada BPS semata, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari seluruh pemerintah daerah agar pendataan berjalan maksimal hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Selain membahas pengendalian inflasi dan sensus ekonomi, Mendagri juga menyoroti potensi ekonomi yang lahir dari gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Ia meminta kepala daerah memanfaatkan antusiasme masyarakat melalui kegiatan nonton bareng yang mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah.

“Momentum Piala Dunia harus dimanfaatkan daerah dengan menggelar nonton bareng yang melibatkan masyarakat. Aktivitas ini bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk bergerak dan meningkatkan pendapatan,” katanya.

Bagi pemerintah daerah, arahan tersebut dinilai relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan ruang pertumbuhan baru. Aktivitas sederhana seperti nonton bareng dinilai mampu menciptakan efek ekonomi berantai, mulai dari pedagang makanan, pelaku usaha kecil, hingga sektor jasa lainnya.

Sementara itu, keikutsertaan Pemkot Pagaralam dalam rakor tersebut menunjukkan komitmen daerah untuk mendukung agenda nasional, baik dalam menjaga stabilitas inflasi maupun menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Di akhir rakor, Tito Karnavian kembali mengingatkan seluruh kepala daerah agar terus memantau perkembangan kondisi ekonomi di wilayah masing-masing serta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi oleh BPS daerah.

“Pemerintah daerah harus hadir memastikan kondisi ekonomi tetap terkendali dan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 demi menghasilkan data yang akurat dan bermanfaat bagi pembangunan,” tutupnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts