Salihara dan TECO Hadirkan ‘Islands’, Pertunjukan Tari Kontemporer Taiwan-Indonesia yang Mendunia

Writer: - Senin, 11 Mei 2026
'Islands', sebuah program seni pertunjukan yang mempertemukan kepekaan tubuh dan dialog lintas budaya digelar di Teater Salihara Jakarta pada 9 dan 10 Mei 2026 (Foto: Taiwan Economic and Cultural Office/TECO).

Jakarta, Sumselupdate.com – Komunitas Salihara Arts Center kembali menghadirkan program seni pertunjukan melalui kolaborasi internasional bersama Taipei Economic and Cultural Office (TECO).

Pertunjukan tari kontemporer tersebut dibawakan Koreografer sekaligus Penari asal Taiwan, Wang Yeu-kwn dari Shimmering Production, bersama Koreografer dan Penari Indonesia, Danang Pamungkas.

Read More

Berdasarkan keterangan pers TECO, Senin (11/5/2026), pertunjukan digelar di Teater Salihara pada Sabtu (9/5/2026) pukul 20.00 WIB dan Minggu (10/5/2026) pukul 16.00 WIB.

Sebelum tampil di Indonesia, karya tersebut lebih dahulu dipentaskan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 1 hingga 3 Mei 2026.

Karya bertajuk ‘Islands’ menjadi bagian kedua dari proyek trilogi Wang Yeu-kwn berjudul “A Trilogy – Quest of Relationships”.

Proses kreatif pertunjukan tersebut bermula pada 2019 saat Wang melakukan perjalanan ke Indonesia melalui Cloud Gate Wanderers Project dan bertemu dengan Danang Pamungkas.

Dari pertemuan tersebut, keduanya membangun dialog artistik mengenai tubuh, ingatan, serta pulau sebagai ruang hidup sekaligus metafora identitas.

Kurator Tari Komunitas Salihara, Tony Prabowo mengatakan, kolaborasi tersebut memiliki kedalaman artistik karena lahir dari hubungan panjang dua seniman yang pernah belajar dalam lingkungan yang sama di bawah bimbingan Lin Hwai-Min dari Cloud Gate Dance Theater.

“Melalui berbagai sudut pandang tentang identitas, rasa keterasingan, serta pertanyaan yang terus berkembang mengenai makna kepenarian, pertemuan ini seperti mengenal tubuh baru,” ujar Tony.

“Islands” tidak hanya mengandalkan kekuatan visual dan teknik tari, tetapi juga mengajak penonton memasuki perjalanan batin mengenai identitas, keterasingan, tubuh, serta hubungan manusia dengan tempat asalnya.

Kehadiran karya tersebut di Salihara dinilai penting karena tidak hanya memperlihatkan kolaborasi dua seniman dari latar budaya berbeda, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam mengenai asal-usul dan upaya manusia memahami dirinya sendiri.

Di tangan Shimmering Production dan Danang Pamungkas, “Islands” diperlakukan bukan sekadar wilayah geografis, melainkan metafora tentang tubuh, ingatan, batas, dan kemungkinan untuk saling memahami.

Secara konseptual, karya ini mengangkat tema “A Dual Encounter Between Two Islands” yang berangkat dari legenda seorang nelayan yang mencari jati dirinya.

Dalam proses pencarian tersebut, Wang Yeu-kwn melakukan perjalanan ke negara-negara kepulauan di Asia Tenggara dan membangun dialog artistik bersama Danang Pamungkas melalui pengalaman tubuh dan kehidupan.

Konsistensi Shimmering Production juga membuahkan prestasi internasional. “Islands” terpilih sebagai finalis Bloom Prize dalam ajang The Rose International Dance Prize 2027 yang digelar Sadler’s Wells di London.

Karya tersebut dijadwalkan tampil pada Januari hingga Februari 2027 di London, sementara Wang Yeu-kwn masuk sebagai finalis kategori emerging choreographers.

Pementasan di Salihara pun menjadi kesempatan istimewa bagi publik Indonesia untuk menyaksikan karya yang tengah melangkah menuju panggung internasional tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts