Palembang, Sumselupdate.com – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), bagian dari Pelindo Group melalui PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), terus memperkuat perannya sebagai operator terminal multipurpose dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional.
Upaya ini dilakukan melalui pengembangan layanan, transformasi digital, serta peningkatan kinerja operasional di berbagai wilayah kerja.
Sebagai pelopor operator terminal multipurpose di Indonesia, PTP Nonpetikemas memiliki pengalaman panjang dalam menangani beragam jenis kargo, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Saat ini, operasional perusahaan telah tersebar di 11 cabang pelabuhan yang menjadi titik strategis dalam rantai pasok nasional.
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama perusahaan. PTP Nonpetikemas mengimplementasikan sistem PTOS-M, sebuah platform layanan terminal berbasis end-to-end yang mengintegrasikan proses perencanaan, operasional, hingga pembayaran secara host-to-host dengan perbankan dan sistem kepabeanan. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta kecepatan layanan di pelabuhan.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmat Toto, mengatakan bahwa langkah transformasi yang dilakukan merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan.
“PTP Nonpetikemas terus menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Transformasi digital dan penguatan operasional menjadi kunci dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Kinerja operasional perusahaan pada Triwulan I 2026 menunjukkan tren positif. Total throughput nonpetikemas tercatat mencapai 12,84 juta ton, yang terdiri dari curah kering, curah cair, general cargo, dan bag cargo. Curah kering masih mendominasi dengan porsi 46 persen, diikuti curah cair 25 persen, general cargo 24 persen, dan bag cargo 5 persen.
Segmen curah cair mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan realisasi 3,09 juta ton. Capaian ini bahkan melampaui target tahunan sebesar 23 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh aktivitas ekspor CPO di Teluk Bayur, kegiatan bongkar muat di Pontianak, serta meningkatnya aktivitas komoditas di Tanjung Priok.
Sementara itu, curah kering sebagai tulang punggung operasional mencatat realisasi 5,76 juta ton, menunjukkan kinerja yang stabil dan sejalan dengan target. Untuk segmen lainnya, general cargo mencapai 2,92 juta ton, sedangkan bag cargo tercatat 656 ribu ton atau mengalami penurunan tipis secara tahunan.
Di tingkat cabang, sejumlah pelabuhan mencatatkan kinerja menonjol. Cabang Tanjung Priok memimpin pada segmen general cargo dengan capaian 130 persen dari target. Teluk Bayur unggul pada segmen curah cair dengan realisasi melampaui target, sementara Bengkulu menunjukkan performa signifikan pada curah kering dengan capaian hingga 170 persen dari target.
Selain peningkatan kinerja, perusahaan juga terus mengembangkan proyek strategis, salah satunya Terminal Kijing di Kalimantan Barat yang kini berkembang sebagai pusat aktivitas logistik internasional sejak diresmikan pada 2022. Pelabuhan ini berperan penting dalam mendukung ekspor-impor serta proyek hilirisasi nasional.
PTP Nonpetikemas juga memperluas layanan shorebase di empat lokasi, yakni Lhokseumawe, Tanjung Priok, Cirebon, dan Banyuwangi, guna mendukung kebutuhan industri minyak dan gas melalui fasilitas logistik berstandar internasional.
Dari sisi inovasi, perusahaan menghadirkan teknologi portable drop tank dengan submersible pump yang mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat sekaligus menekan biaya operasional dan dampak lingkungan.
Komitmen terhadap aspek keberlanjutan juga terus diperkuat melalui berbagai inisiatif Environmental, Social, and Governance (ESG), seperti elektrifikasi alat bongkar muat, penggunaan overhead crane, serta lampu LED untuk efisiensi energi.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menegaskan bahwa perusahaan juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“PTP Nonpetikemas tidak hanya fokus pada kinerja operasional, tetapi juga berkomitmen menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberi manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat komunikasi dengan stakeholder termasuk media,” jelasnya.
Dengan berbagai inovasi dan pengembangan yang terus dilakukan, PTP Nonpetikemas optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai mitra logistik andal sekaligus mendorong daya saing Indonesia di tingkat global. (Iya)











