BRI Kucurkan Rp17,13 Triliun KPR Subsidi hingga Maret 2026, Lebih 125 Ribu Warga Berpenghasilan Rendah Sudah Miliki Rumah

Writer: - Selasa, 14 April 2026
Penyaluran KPR subsidi BRI terus meningkat hingga mencapai Rp17,13 triliun per Maret 2026, membuka akses kepemilikan rumah bagi lebih dari 125 ribu masyarakat berpenghasilan rendah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan KPR subsidi sebesar Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata peran BRI dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendukung visi pemerintah dalam pemerataan kepemilikan rumah.

Read More

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengatakan bahwa penyaluran KPR subsidi tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui KPR subsidi, masyarakat memiliki kesempatan untuk memiliki hunian tetap yang layak. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang lebih stabil dan sejahtera,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, program pembiayaan perumahan juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Pembangunan kawasan hunian baru mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari konstruksi hingga usaha mikro di sekitar lingkungan perumahan.

Sektor properti, khususnya perumahan subsidi, dinilai sebagai sektor padat karya yang melibatkan rantai pasok panjang. Aktivitas pembangunan tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga mendorong permintaan bahan bangunan seperti semen, baja, dan keramik.

Selain itu, setelah kawasan hunian mulai dihuni, aktivitas ekonomi baru turut tumbuh. Berbagai usaha kecil seperti warung, jasa laundry, hingga layanan internet berkembang seiring meningkatnya jumlah penduduk di kawasan tersebut.

BRI juga menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan penyaluran KPR subsidi hingga ke daerah terpencil. Dengan jaringan kantor yang tersebar luas hingga pelosok desa, BRI memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan pembiayaan perumahan.

Aris menambahkan, integrasi antara layanan digital dan jaringan fisik menjadi kunci dalam mempercepat akses pembiayaan. Calon debitur kini dapat memperoleh informasi serta mengajukan pembiayaan dengan lebih mudah dan efisien.

“Didukung jaringan yang luas dan terintegrasi, kami akan terus mengoptimalkan penyaluran KPR subsidi agar menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah,” katanya.

Ke depan, BRI menargetkan penyaluran KPR subsidi terus meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan hunian masyarakat. Upaya ini diharapkan tidak hanya mempercepat kepemilikan rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts