Program Beasiswa Dokter OKU Resmi Disosialisasikan, Seleksi Dimulai Juni 2026

Writer: - Sabtu, 11 April 2026
Bupati OKU Teddy Meilwansyah mensosialisasikan program beasiswa kedokteran kepada kepala sekolah SMA sederajat di OKU. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bergerak cepat mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan kebutuhan dokter nasional yang masih mengalami kekurangan.

Bupati OKU Teddy Meilwansyah meluncurkan program beasiswa kedokteran bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekurangan tenaga medis di daerah.

Read More

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang telah resmi ditandatangani oleh Pemkab OKU.

Saat ini, pemerintah daerah mulai melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah SMA sederajat di wilayah OKU untuk menjaring calon peserta.

“Pemda OKU mendukung penuh instruksi Bapak Presiden dalam percepatan penambahan dokter di Indonesia. Karena itu kami hadirkan program Gapai Mimpi Wujudkan Harapan Jadi Dokter untuk OKU Maju dan Terdepan,” ujar Teddy.

Ia menjelaskan, sekolah diminta mengusulkan siswa berprestasi namun kurang mampu untuk mengikuti seleksi. Selanjutnya, tim akan melakukan verifikasi langsung sebelum menetapkan sekitar 20 peserta terbaik untuk mengikuti pendidikan di UIN Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa program ini bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

“Tidak ada KKN. Program ini murni untuk anak-anak yang berkompeten dan memenuhi syarat,” tegasnya.

Adapun kriteria utama yang ditetapkan antara lain nilai minimal 80 untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Bahasa Inggris, serta berasal dari keluarga kurang mampu.

Bupati menambahkan, peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan khusus selama tahun pertama pendidikan guna mengejar ketertinggalan dengan mahasiswa dari kota besar.

“Harapannya, ke depan OKU tidak lagi kekurangan dokter, dan lulusan program ini dapat kembali mengabdi di daerah,” katanya.

Selain itu, sejumlah persyaratan lain juga harus dipenuhi, seperti siswa kelas XII SMA/sederajat di OKU, memiliki prestasi akademik maupun non-akademik, berdomisili minimal tiga tahun, serta bersedia menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab OKU, di antaranya Asisten I Indra Susanto, Asisten II Hasan HD, Asisten III Romson Fitri, Kepala Dinas Pendidikan Kadarisman, serta sejumlah kepala OPD lainnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab OKU dalam mencetak tenaga medis berkualitas sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di masa depan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts