Inovasi Baru di Banyuasin, Jagung Ditanam di Kebun Kelapa, Petani Diuntungkan

Writer: - Senin, 30 Maret 2026
Peluncuran Gerakan Tumpang Sari Jagung di Desa Muara Sungsang, Banyuasin, Senin (30/3/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Banyuasin, Sumselupdate.com – Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Perkebunan (LP3) meluncurkan Gerakan Tumpang Sari Jagung di kawasan perkebunan kelapa dalam di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Senin (30/03/2026).

Program ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di wilayah tersebut.

Read More

Direktur LP3, Muhammad Asri, mengatakan metode tumpang sari jagung menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, penanaman jagung dilakukan di sela-sela tanaman kelapa tanpa mengganggu tanaman utama, namun tetap memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

“Tumpang sari jagung sangat potensial diterapkan di perkebunan kelapa Banyuasin. Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini juga dapat menambah pendapatan dan memperkuat ekonomi petani,” ujarnya.

Kegiatan peluncuran turut dihadiri Anggota DPRD Sumatera Selatan, M. Syarif Hidayatullah Askolani Putra, yang menyatakan dukungan terhadap pengembangan program tersebut.

Ia menilai kolaborasi antara lembaga, pemerintah, dan legislatif menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pertanian berbasis masyarakat.

“Kami siap mendukung melalui fasilitasi program, pendampingan, hingga akses bantuan pertanian agar program ini berjalan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Banyuasin, Arisa Lahari, menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi petani.

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis dan penyebaran informasi akan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perkebunan.

“Petani perlu mendapatkan edukasi yang tepat agar mampu meningkatkan produksi dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya.

Perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Rahmat Febri H, juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penguatan pelatihan serta pengembangan program tersebut ke depan.

Melalui gerakan ini, LP3 berharap tercipta model pengelolaan perkebunan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat.

Program tumpang sari jagung ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong transformasi perkebunan menuju pertanian modern yang berdaya saing.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts