Tergiur Harga, Petani Karet Beralih Tanam Jagung

Senin, 10 Juli 2017
Foto Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – Lantaran tanaman jagung dinilai lebih menguntungkan dibandingkan tanaman karet yang saat ini harganya sedang turun, beberapa petani di Desa Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU mengganti tanaman karet dengan jagung.

Salah satu petani yang menanam jagung adalah Gunawan. Ia mengaku baru kali ini menanam jagung dengan sistem pertanian tumpang sari.

Read More

“Pohon karet sudah tidak produktif lagi karena sudah tua, lalu kita tebang. Karena saat ini kemarau, maka saya coba tanam jagung,” katanya.

Ia mengaku bibit jagung ia dapat dari penyuluh pertanian. Namun jumlah bibit tersebut masih kurang. “Saya minta bibit dengan adik saya untuk menambah kekurangannya,” imbuh dia.

Enaknya menanam jagung, kata dia, dalam tiga bulan sudah bisa dipanen. Bahkan hasil panen yang diperoleh Gunawan mencapai lebih dari 6 ton. “Biasanya lahan 1 hektar yang ditanam jagung akan menghasilkan 8-9 ton jagung,” ujarnya.

Kemudian, jelas dia, perawatannya pun cukup mudah. Hanya disemprot rumput sekali pada umur 1,5 bulan dan diberi pupuk. Karena hasil jagung yang cukup menggiurkan, dimana di pasaran harganya lebih dari Rp4.000 per Kg, maka Gunawan berencana akan menanam kembali.

“Karena harga karet terus turun, maka saya harus mencari alternatif lain,” tandasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts