Palembang, Sumselupdate.com – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic bagi mahasiswa baru Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun 2026, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah yang telah dinyatakan lolos sebagai mahasiswa baru melalui jalur RPL.
Program ini merupakan peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-IV yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru melalui Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada guru PAUD dan pendidik pada satuan pendidikan nonformal yang belum memiliki kualifikasi akademik sarjana untuk melanjutkan studi melalui mekanisme pengakuan pengalaman kerja serta pembelajaran yang telah dimiliki sebelumnya.
Kegiatan Coaching Clinic menjadi langkah awal bagi mahasiswa sebelum memulai proses akademik dalam program RPL. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai kebijakan, mekanisme akademik, serta prosedur teknis yang harus dilalui selama mengikuti program di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FITK UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Ali Imron, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Program Studi PIAUD yang terus berupaya memberikan layanan akademik optimal kepada mahasiswa, khususnya melalui program RPL.
Menurutnya, program RPL merupakan salah satu inovasi dalam pendidikan tinggi yang memungkinkan pengalaman profesional, pendidikan nonformal, maupun pembelajaran informal diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran di perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Program Studi PIAUD FITK UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Nurlaila, M.Pd.I., mengatakan kegiatan Coaching Clinic dirancang sebagai forum orientasi sekaligus pendampingan awal bagi mahasiswa baru program RPL.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang baik mengenai mekanisme RPL sangat penting agar mahasiswa dapat menjalani proses konversi mata kuliah secara tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pada tahun akademik 2026 program RPL Prodi PIAUD diikuti oleh 208 mahasiswa, terdiri dari 180 mahasiswa jalur reguler dan 28 mahasiswa jalur afirmasi.
“Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa program RPL menjadi alternatif strategis bagi para praktisi pendidikan anak usia dini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Tim RPL Universitas UIN Raden Fatah Palembang, Ismail Soleh, M.Pd., menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pelaksanaan RPL di tingkat universitas.
Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait dasar hukum, prinsip pelaksanaan, serta alur proses pengakuan pembelajaran lampau yang menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi.
Selanjutnya, Desbi Kurniasari, A.Md., dari tim Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD) memaparkan penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIMAK), termasuk panduan teknis mengakses sistem, pengisian data akademik, serta proses administrasi perkuliahan secara digital.
Materi berikutnya disampaikan oleh tim dosen RPL Prodi PIAUD yang terdiri dari Muhtarom, M.Pd.I., Kurnia Dewi, M.Pd., dan Yecha Febrieanitha Putri, M.Pd. Para dosen menjelaskan secara rinci mengenai pedoman pengisian formulir evaluasi diri sebagai bagian dari penyusunan portofolio RPL.
Portofolio tersebut nantinya menjadi dasar dalam proses konversi mata kuliah yang akan dinilai oleh tim asesor sesuai dengan pengalaman belajar serta pengalaman kerja mahasiswa.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Tim Pengelola RPL Prodi PIAUD, Amir Hamzah, M.Pd., beserta anggota tim pengelola dan para dosen yang akan terlibat dalam proses asesmen portofolio mahasiswa.
Sebagai informasi, perkuliahan perdana bagi mahasiswa Program RPL Prodi PIAUD UIN Raden Fatah Palembang dijadwalkan dimulai pada 14 Maret 2026. Program ini dirancang dengan masa studi tiga semester untuk jalur reguler dan dua semester untuk jalur afirmasi.
Melalui program ini diharapkan semakin banyak praktisi pendidikan anak usia dini yang dapat meningkatkan kualifikasi akademiknya sekaligus memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.
(**)











