Kepsek SDN 1 Tanjung Lubuk Mengundurkan Diri, Kini Ditunjuk Plt SDN 17 Kayuagung

Writer: - Jumat, 13 Februari 2026
Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan OKI, Herianto, SPd, MSi. (Sumselupdate.com/ Syakbanudin)

Kayuagung, Sumselupdate.com — Dinamika mutasi dan penugasan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan.

Seorang kepala sekolah definitif di SDN 1 Tanjung Lubuk dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya dan kembali menjadi guru biasa. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, yang bersangkutan kemudian ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 17 Kayuagung.

Kebijakan tersebut memunculkan berbagai tanggapan di kalangan pendidik dan masyarakat, terutama terkait mekanisme seleksi kepala sekolah yang sebelumnya disebut dilakukan melalui aplikasi BCKS dan KSPS milik Disdik OKI.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik OKI, Herianto SPd, MSi, saat dikonfirmasi sebelumnya membenarkan bahwa kepala SDN 1 Tanjung Lubuk memang telah mengundurkan diri dari jabatan definitif dan kembali menjadi guru.

Namun, saat itu ia menyampaikan bahwa proses penunjukan Plt tentu memiliki mekanisme tersendiri.

“Aneh kalau kepala sekolah definitif mengundurkan diri hanya untuk menjadi Plt. Tentu ada prosedur yang harus dilalui,” ujarnya kala itu.

Baca juga : BKPRMI Wisuda 1.021 Santri TK dan TPA se-Kota Palembang

Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterima media ini, surat penunjukan dan penugasan terhadap Siti Rukiyah sebagai Plt SDN 17 Kayuagung disebut telah diterbitkan dan ditandatangani pada 4 Februari 2026.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Kepala Dinas Pendidikan OKI guna memperoleh penjelasan resmi terkait kebijakan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Disdik OKI sebelumnya memperkenalkan aplikasi BCKS dan KSPS sebagai instrumen untuk menjaring calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan administrasi maupun kompetensi.

Baca juga : 300 Peserta Antusias Ikuti Webinar Nasional yang Digelar Universitas PGRI Palembang  

Sejumlah pihak berharap sistem tersebut dapat menjamin transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi. Namun, penunjukan Plt di tengah proses seleksi calon kepala sekolah yang sedang berlangsung memunculkan pertanyaan di kalangan pendidik.

Informasi yang beredar menyebutkan terdapat empat guru yang sedang mengikuti proses seleksi calon kepala sekolah di SDN 1 Tanjung Lubuk, termasuk salah satu guru PPPK yang juga disebut-sebut tengah mengikuti tahapan seleksi melalui aplikasi tersebut.

Seorang pemerhati pendidikan di Sumatera Selatan, Syahbudin, meminta Disdik OKI memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

“Kami berharap Disdik OKI menjelaskan secara terbuka agar tidak muncul persepsi negatif di masyarakat. Transparansi penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Penunjukan Plt kepala sekolah pada dasarnya merupakan kewenangan dinas pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku, terutama untuk mengisi kekosongan jabatan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.

Namun demikian, kata dia, keterbukaan informasi dinilai menjadi kunci agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdik OKI belum memberikan keterangan resmi tambahan terkait dasar pertimbangan penunjukan tersebut.

Media ini akan terus berupaya mengonfirmasi dan memperbarui informasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan akurat. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts