Fungsi Edukasi Sejarah Istana Negara Perlu Dialihkan ke Kementerian Lain

Writer: - Jumat, 13 Februari 2026
Anggota Komisi XIII DPR RI, Anwar Sadad. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI)

Yogyakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi XIII DPR RI, Anwar Sadad, menyoroti besarnya beban kerja Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengelola aset negara, khususnya Istana Kepresidenan.

Menurut Anwar, menjaga warisan budaya di tengah tuntutan modernisasi adalah pekerjaan besar yang sangat menguras energi.

Read More

Tantangan utama adalah bagaimana melakukan restorasi bangunan yang mulai lapuk termakan usia, tapi tetap harus mengakomodasi kebutuhan fasilitas modern tanpa merusak nilai aslinya. ​

Oleh karena itu, Anwar Sadad mengusulkan agar fungsi edukasi dan pembelajaran sejarah bagi publik tidak lagi ditumpuk di pundak Setneg.

“Urusan istana menjadi tempat pembelajaran buat anak-anak kita agar mereka aware sejarah bangsanya, menurut saya bukan lagi dibebankan kepada Setneg. Itu bisa menjadi tugas Kementerian Kebudayaan, atau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Anwar di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Istana Kepresidenan Yogyakarta di Provinsi D.I.Y, Rabu (12/02/2026).

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini meyakini, jika beban edukasi dialihkan ke kementerian yang relevan, akan tercipta variasi kegiatan yang lebih kaya dan edukatif.

Setneg sendiri dinilai sudah sangat berhasil dalam menjaga fisik istana tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Makanya, prestasi tersebut harus didukung dengan tidak membebani mereka dengan tugas edukasi yang bukan tupoksi utamanya.

​”Sinergi dan kolaborasi juga bisa dengan kampus. Seperti kata Bung Karno, ‘warisi apinya, bukan abunya’. Kejayaan bangsa ini harus terus digaungkan, biar kolaborasi terjadi secara alami dengan kementerian lain,” tambahnya.

Dia membedah karakteristik unik tiap istana yang membutuhkan pendekatan berbeda. Misalkan, Istana Bogor yang kuat dengan nuansa botani, Istana Tampaksiring Bali dengan nuansa mistikal dan budaya, serta Istana Yogyakarta yang sangat kental dengan nilai historis sebagai saksi sejarah perjalanan Republik Indonesia.

Anwar mengingatkan, aset di dalam istana, seperti lukisan-lukisan bersejarah, adalah harta karun yang tak ternilai harganya.

Dia mengibaratkan, seperti dalam film-film Hollywood, benda seni bernilai tinggi selalu menjadi incaran, sehingga Setneg harus didukung anggaran memadai untuk merekrut kurator dan tenaga ahli restorasi kelas dunia demi menjaga aset bangsa tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts