Palembang, Sumselupdate.com – Bank Indonesia (BI) Sumsel mencatat transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah pengguna, volume, maupun nilai transaksi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan jumlah pengguna QRIS di Sumsel telah mencapai 1,48 juta pengguna. Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.
“Jumlah pengguna QRIS tercatat di angka 1,48 juta dan nilai itu melampaui target 2025,” ujar Bambang.
Tak hanya dari sisi pengguna, volume transaksi QRIS di Sumsel juga melonjak tajam. Sepanjang 2025, total transaksi tercatat mencapai 4,2 juta transaksi atau tumbuh sebesar 198,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Sumsel dalam bertransaksi secara non tunai.
“Posisinya volume transaksi juga meningkat signifikan hingga 198,41 persen,” jelas Bambang.
Baca juga : Pimpin Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Ini Profil Bambang Pramono
Sementara itu, secara nominal, total nilai transaksi QRIS di wilayah Sumsel menembus angka Rp3,4 triliun. Nilai tersebut tercatat tumbuh positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 117,89 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan 2024.
Selain pengguna, jumlah pemilik kode QRIS atau merchant di Sumsel juga mengalami pertumbuhan pesat. Hingga akhir 2025, jumlah merchant QRIS tercatat mencapai 1,1 juta, seiring dengan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital di berbagai sektor usaha.
Melihat capaian tersebut, Bank Indonesia memastikan target pengembangan QRIS di Sumsel pada 2026 akan ditetapkan lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Baca juga : Senator NTB Sambangi Bank Indonesia Pastikan Stabilitas Ekonomi NTB
“Intinya capaian ini sudah jauh dari target yang ditetapkan pada 2025, sehingga pastinya target tahun ini akan lebih tinggi,” kata Bambang.
Selain perkembangan sistem pembayaran digital, Bambang juga menyampaikan bahwa kondisi aliran uang rupiah di Sumsel tetap terjaga dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini menunjukkan stabilitas sistem keuangan regional yang terus diperkuat melalui digitalisasi transaksi. (Iya)











