Hari Kedua Pelatihan Paralegal Belitung Timur: Perkuat Kapasitas dan Etika Profesi Pendamping Hukum Desa

Writer: - Kamis, 9 Oktober 2025
Suasana kegiatan Pelatihan Paralegal bagi Anggota Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa se-Kabupaten Belitung Timur yang digelar secara daring dari Kota Pangkalpinang ini diikuti oleh 127 peserta melalui platform Zoom Meeting. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkumham Babel) melanjutkan kegiatan Pelatihan Paralegal bagi Anggota Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa se-Kabupaten Belitung Timur yang kini memasuki hari kedua.

Kegiatan yang digelar secara daring dari Kota Pangkalpinang ini diikuti oleh 127 peserta melalui platform Zoom Meeting.

Read More

Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta keterampilan hukum para anggota Posbakum di tingkat desa agar dapat memberikan layanan hukum dasar kepada masyarakat secara profesional, efektif, dan berkeadilan.

Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga bantuan hukum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di antaranya Ketua LPH & HAM Pancasila Budiana Rachmawaty, Ketua PLBH Al-Hakim Bangka Belitung Tukijan, Ketua Milenial Bangka Tengah Keadilan Dairi, Advokat YLBH Lentera Serumpun Sebalai Sujoko, Pengurus LBH KUBI Asep Dicky, serta Tim Penyuluh Hukum dari Kanwil Kemenkumham Babel.

Pada hari kedua, kegiatan dibagi menjadi dua kelas dengan tiga sesi utama.

Sesi pertama menghadirkan Asep Dicky dari LBH Keadilan Untuk Bangsa Indonesia (LBH KUBI) dengan materi Prosedur Hukum dalam Sistem Peradilan di Indonesia.

Dalam paparannya, ia menjelaskan secara komprehensif tahapan proses hukum mulai dari penyelidikan hingga persidangan, serta menekankan pentingnya peran paralegal dalam membantu masyarakat memahami hak-hak hukumnya dan memperluas akses terhadap keadilan.

Sesi kedua bertema Bantuan Hukum dan Advokasi disampaikan oleh Sujoko dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Lentera Serumpun Sebalai.

Ia menjelaskan konsep bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin, strategi advokasi berbasis komunitas, serta pentingnya menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan layanan hukum.

Sujoko juga menekankan perlunya kolaborasi antara paralegal dan lembaga bantuan hukum agar advokasi berjalan terpadu dan berkeadilan.

Selanjutnya, Dairi selaku Ketua Milenial Bangka Tengah Keadilan bersama Tukijan dari PLBH Al-Hakim Bangka Belitung membawakan materi Teknik Komunikasi bagi Paralegal.

Keduanya menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi efektif, khususnya dalam mendampingi masyarakat, melakukan wawancara hukum secara empatik, serta memediasi konflik sosial di tingkat komunitas.

Peserta juga mendapat pembekalan tentang teknik berbicara di depan publik dan membangun rasa percaya diri.

Materi terakhir disampaikan oleh Budiana Rachmawaty dari LPH & HAM Pancasila dengan topik Gender, Minoritas, dan Kelompok Rentan.

Dalam paparannya, Budiana menekankan pentingnya perspektif gender dan inklusivitas dalam praktik kerja paralegal. Ia mengingatkan agar paralegal memiliki kepekaan terhadap kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, dan minoritas agar layanan hukum yang diberikan tetap adil dan berpihak pada kemanusiaan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan dinamis. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung. Secara keseluruhan, pelatihan hari kedua berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi para peserta.

Kepala Kanwil Kemenkumham Babel, Johan Manurung, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai pelatihan paralegal di tingkat desa merupakan langkah penting dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat.

“Kami berharap para anggota Posbakum Desa dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat serta berkontribusi mewujudkan keadilan sosial di tingkat desa,” ujar Johan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Posbakum Desa di Kabupaten Belitung Timur semakin memahami peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dalam memberikan edukasi dan layanan hukum kepada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang sadar hukum dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts