Juhaini Bahas Inflasi, Program 3 Juta Rumah, dan Bonus Demografi dalam Rakor Kemendagri

Writer: - Selasa, 16 September 2025
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini menghadiri undangan rapat koordinasi dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah, dilanjutkan dengan Pembahasan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, dan Pelaksanaan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan oleh Kementerian Dalam Negeri RI melalui Zoom Meeting, di Smart Room Center Kantor Walikota Pangkalpinang, Selasa (16/9/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mewakili Penjabat Wali Kota menghadiri rapat koordinasi (rakor) yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI secara daring, Selasa (16/9/2025).

Rakor yang berlangsung di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang itu membahas tiga agenda utama, yakni pengendalian inflasi daerah, evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program pembangunan 3 juta rumah, serta pelaksanaan peta jalan pembangunan kependudukan.

Read More

Menurut Juhaini, rakor juga menghadirkan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN RI, Dr. Hj. Wihaji, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Wihaji menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, dengan jumlah penduduk produktif mencapai 192 juta jiwa dari total 286 juta penduduk.

“Pemerintah kabupaten/kota diharapkan menyusun peta pembangunan kependudukan dan pembangunan keluarga dengan enam sasaran yang dituangkan dalam RPJMD Kota Pangkalpinang,” jelas Juhaini.

Enam sasaran pembangunan kependudukan tersebut adalah:

  1. Wajib belajar 12 tahun bagi seluruh penduduk.

  2. Peningkatan keterampilan masyarakat.

  3. Terciptanya job creator dan lapangan kerja.

  4. Tersedianya investasi lapangan kerja.

  5. Kontribusi penduduk terhadap pajak penghasilan.

  6. Jaminan perlindungan sosial dan kesehatan.

Keenam sasaran itu, kata Juhaini, akan dijabarkan ke dalam 30 indikator. “Keberhasilan pencapaian indikator tersebut akan menjadi dasar pemberian insentif daerah,” tambahnya.

Selain soal kependudukan, Juhaini juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap program pembangunan 3 juta rumah. “Kami sudah berkonsultasi dengan Kementerian Perumahan. Dukungan diberikan melalui pembebasan BPHTB dan retribusi perizinan pembangunan gedung bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Sementara terkait pengendalian inflasi, Juhaini menyebutkan bahwa kondisi di Pangkalpinang masih terkendali. “Inflasi year on year tercatat 1,32 persen dengan indeks harga konsumen 105,88, serta month to month sebesar 0,49 persen. Angka ini masih di bawah target nasional sehingga sesuai harapan,” pungkasnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts