Muaraenim, Sumselupdate.com – Wakil Bupati Muaraenim, Ir. Hj. Sumarni, MSi, menegaskan pentingnya peran Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai ujung tombak dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak di tingkat desa dan kelurahan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan PATBM Tingkat Kabupaten Muaraenim, Jumat (20/6/2025), yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muaraenim, di Hotel Griya Sintesa. Kegiatan berlangsung selama dua hari dan melibatkan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
“PATBM harus menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari kekerasan fisik, seksual, eksploitasi, hingga penelantaran. Edukasi, kolaborasi, dan kepedulian komunitas adalah kunci utama,” tegas Wabup di hadapan peserta pelatihan.
Wabup Sumarni mengungkapkan keprihatinannya terhadap peningkatan jumlah kasus kekerasan anak di Muaraenim. Berdasarkan data DPPPA, tercatat 54 kasus pada tahun 2024, naik signifikan dari 41 kasus pada 2023—menunjukkan peningkatan sebesar 130%.
Kasus kekerasan yang paling banyak dilaporkan adalah kekerasan fisik dan kekerasan seksual terhadap anak. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera bertindak.
“Kami berkomitmen menekan angka kekerasan terhadap anak. Edukasi tentang hak-hak anak dan pelaporan yang responsif harus ditingkatkan,” kata Wabup didampingi Kepala DPPPA Muaraenim, Vivi Mariani, MBMd., Apt.
Dalam pelatihan yang diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, aparat desa, hingga relawan perlindungan anak, Wabup menekankan bahwa keberhasilan PATBM tidak lepas dari peran serta masyarakat.
“PATBM harus aktif melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan, memberikan edukasi, dan membangun jejaring cepat tanggap jika terjadi kasus di lapangan,” ujarnya.
Wabup juga mendorong sinergi lintas sektor demi mewujudkan Kabupaten Muaraenim sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Diharapkan, keberadaan PATBM di desa-desa bukan hanya formalitas, tetapi menjadi sistem yang hidup dan bekerja efektif di tengah masyarakat.
(**)











