BPBD Sumsel Imbau Daerah Rawan Karhutla Segera Tetapkan Siaga Darurat Bencana 

Writer: - Senin, 26 Mei 2025
Ilustrasi Karhutlah di Sumsel yang jadi penyebab kabut asap. (Foto;Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, M Iqbal Alisyahbana mengimbau pemerintah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk segera menetapkan status siaga darurat bencana.

Imbauan ini seiring dengan munculnya kejadian karhutla di beberapa wilayah.

Read More

“Kami mendorong agar pemerintah daerah mempercepat penetapan status siaga darurat karhutla. Hari ini saya sudah bertemu dengan Bupati OKI dan menyampaikan pentingnya langkah ini,” ungkap Iqbal, Senin (27/5/2025).

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi perhatian utama, mengingat wilayahnya memiliki lahan gambut terluas di Sumsel, mencapai 500 ribu hektar.

Ia menekankan bahwa karhutla di lahan gambut sangat sulit ditangani, sehingga mitigasi sejak dini menjadi kunci utama.

“Penyiapan personel, peralatan, dan perlengkapan harus dilakukan lebih awal, khususnya di wilayah-wilayah yang rentan seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. SK siaga darurat di beberapa daerah ini sebenarnya sudah di meja bupati, tinggal menunggu tanda tangan,” tuturnya.

Iqbal menjelaskan, jika dua kabupaten atau lebih menetapkan status siaga darurat karhutla, Pemprov Sumsel dapat meningkatkan status darurat di tingkat provinsi.

Langkah ini akan membuka peluang koordinasi lebih lanjut dengan BNPB dan kementerian terkait untuk pengadaan helikopter water bombing, patroli udara, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Helikopter akan diajukan sesuai kebutuhan. Posko-posko pemantauan juga akan didirikan di wilayah gambut untuk memaksimalkan pengawasan,” katanya.

Selain itu, BPBD Sumsel akan bekerja sama dengan perusahaan pemegang konsesi lahan di wilayah rawan karhutla untuk memastikan kesiapsiagaan mereka.

Sosialisasi tentang bahaya karhutla terus digencarkan. Iqbal optimistis bahwa tren karhutla dapat ditekan berkat meningkatnya kesadaran masyarakat.

“Patroli di wilayah lahan gambut menjadi langkah preventif. Kami berharap sinergi dengan masyarakat dan semua pihak akan semakin mengurangi risiko karhutla saat musim kemarau tiba,” tutupnya.

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts